Mengenang Kisah Pakde Kus, Orang Tua AF (Agus Flores): Dari Pendidikan Akpol hingga Jejak Karya di Sulteng

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa Timur – suaramasyarakat.com // Sosok Pakde Kus, orang tua AF (Agus Flores), menyimpan perjalanan hidup yang sarat dengan pengalaman, pengabdian, dan jejak karya pembangunan di sejumlah daerah.

Sebelum dikenal sebagai seorang arsitek di PT Adhi Karya, Pakde Kus disebut pernah mengikuti pendidikan Akpol di Sukabumi, Jawa Barat, sebagai bagian dari angkatan 1968.

Perjalanan hidupnya kemudian membawanya ke Sulawesi Tengah. Dalam kisah yang dikenang keluarga, Pakde Kus disebut pernah diajak oleh Gubernur pertama Sulawesi Tengah, Yasin, yang juga berasal dari Malang, Jawa Timur, untuk turut berkiprah dalam pembangunan di Sulawesi Tengah.

Pakde Kus merupakan putra dari Mantri Kusman, yang berasal dari Besuki, Jawa Timur. Dari latar belakang keluarga tersebut, perjalanan hidup Pakde Kus kemudian berkembang hingga terlibat dalam berbagai pekerjaan pembangunan di sejumlah wilayah.

Jejak Karya di Sejumlah Daerah

Baca Juga :  Pasca Dilantik, Ini Capaian Kinerja Pasangan Bupati dan Wabup Aceh Tamiang 2025-2030

Sejumlah pembangunan yang dikaitkan dengan perjalanan karya Pakde Kus antara lain pembangunan jembatan terpanjang di kawasan Tarakan–Tawau, Kalimantan.

Selain itu, ia disebut turut terlibat dalam pembukaan jalan di Ogoamas, Sulawesi Tengah, serta pembangunan tiga jembatan di kawasan Kebun Kopi (Wentira).

Jejak lainnya yang masih dikenang adalah pembangunan Tugu ABRI Masuk Desa (AMD) di Tompe, Kecamatan Sirenja, Sulawesi Tengah. Tugu tersebut disebut hingga kini masih berdiri dan menjadi salah satu bagian dari perjalanan sejarah pembangunan di wilayah tersebut.

Pakde Kus juga dikaitkan dengan pembangunan Rumah Dinas Gubernur Sulawesi Tengah, yang menjadi bagian lain dari perjalanan pengabdiannya di daerah.

Kisah Humanis di Usia Senja

Di balik perjalanan profesinya, kisah Pakde Kus juga memiliki sisi humanis yang dikenang keluarga.

Pada tahun 2024, beliau disebut mendapat kesempatan menjalankan ibadah umrah dengan bantuan Komjen Pol Syahardiantono, yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri dan kini menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

Baca Juga :  Warga Pati dan Aliansi Jawa Tengah Akan Kawal Sidang Putusan Supriyono Alias Botok dan Teguh Alias RW di PN Pati, Kamis 5 Maret 2026

Bagi keluarga, perjalanan Pakde Kus bukan sekadar kisah seorang arsitek maupun pelaksana pembangunan. Lebih dari itu, terdapat jejak pengabdian yang pernah ditinggalkan di berbagai daerah, khususnya di Sulawesi Tengah.

Sejumlah karya yang dikaitkan dengan dirinya menjadi bagian dari cerita perjalanan pembangunan daerah sekaligus menjadi kenangan bagi keluarga dan orang-orang yang pernah mengenalnya.

Kisah Pakde Kus pada akhirnya merupakan cerita tentang seorang putra Jawa Timur yang dalam perjalanan hidupnya kemudian mengabdikan keahlian dan tenaganya di tanah Sulawesi Tengah.

Jejak tersebut tidak hanya tersimpan dalam kenangan keluarga, tetapi juga dalam berbagai karya pembangunan yang hingga kini masih menjadi bagian dari perjalanan sejarah sejumlah daerah.*

Yudha

Berita Terkait

Serangan Terhadap Masyarakat Desa KPK Seruway Dinilai Tak Pantas, Tri Septa BA: Hak Rakyat Terkesan Diabaikan
Kisah Keluarga dari Mojokerto, Besuki, dan Jejak Sejarah Majapahit
Warga Pati dan Aliansi Jawa Tengah Akan Kawal Sidang Putusan Supriyono Alias Botok dan Teguh Alias RW di PN Pati, Kamis 5 Maret 2026
Kisah Mualaf di Balik Jeruji: Tahanan Polres Bangkep Ucap Syahadat dan Jalani Ibadah Puasa
Respon Keluhan Masyarakat, Satintelkam Polres Banggai Tegur Pedagang LPG Subsidi Diatas HET
SAPA Minta Pemerintah di Aceh Hentikan Pembiayaan Periklanan Media Cetak
Ketua DPD Rampas08 Aceh Utara Sikapi Viralnya Berita Sorotan Desa Meunye Peut
Ini Harapan Tokoh Muda Beutong, Wahyudin Tentang Pengelolaan Tambang Rakyat
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Serangan Terhadap Masyarakat Desa KPK Seruway Dinilai Tak Pantas, Tri Septa BA: Hak Rakyat Terkesan Diabaikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Kisah Keluarga dari Mojokerto, Besuki, dan Jejak Sejarah Majapahit

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Mengenang Kisah Pakde Kus, Orang Tua AF (Agus Flores): Dari Pendidikan Akpol hingga Jejak Karya di Sulteng

Senin, 2 Maret 2026 - 07:52 WIB

Warga Pati dan Aliansi Jawa Tengah Akan Kawal Sidang Putusan Supriyono Alias Botok dan Teguh Alias RW di PN Pati, Kamis 5 Maret 2026

Sabtu, 21 Februari 2026 - 00:06 WIB

Kisah Mualaf di Balik Jeruji: Tahanan Polres Bangkep Ucap Syahadat dan Jalani Ibadah Puasa

Berita Terbaru