Berdarah di Empang Malakosa, Duel Parang-Badik Tewaskan Petani 59 Tahun

- Redaksi

Jumat, 17 April 2026 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM///Parigi Moutong – Peristiwa berdarah kembali mengguncang wilayah Kecamatan Balinggi. Seorang petani bernama Nangka (59) tewas di tempat setelah terlibat perkelahian sengit menggunakan senjata tajam di area empang, Dusun IX Taman Sopo, Desa Malakosa, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

 

Insiden tragis ini bermula saat pelaku, AE (43), mendatangi lokasi empang sekitar pukul 16.00 WITA dengan maksud memperbaiki pintu air. Namun, situasi berubah tegang ketika korban datang dan mempertanyakan aktivitas tersebut. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga berujung pada perkelahian berdarah.

 

Dalam duel tersebut, pelaku menggunakan senjata tajam jenis parang dan badik. Berdasarkan keterangan awal, korban mengalami tiga luka tusuk di bagian perut yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Mukerwil BPW KKSS Sumsel Bahas Program Kerja Lima Tahun, Perkuat Kerukunan dan Sinergi dengan Pemerintah

 

Mendapat laporan warga, Kapolsek Sausu IPTU Yakobus Mangopo, SH bersama personel langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal serta mengamankan situasi.

 

“Begitu menerima informasi, kami langsung menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan pelaku. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sausu untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas IPTU Yakobus Mangopo.

 

Ia menambahkan, korban telah dievakuasi ke Puskesmas Balinggi guna keperluan visum, sementara penyidik masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

Baca Juga :  Cegah Pelanggaran dan Perundungan, Kapolsubsektor Mepanga Edukasi Pelajar MTs Negeri 2 Parigi

 

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar mengedepankan penyelesaian masalah secara bijak dan tidak mudah terpancing emosi yang berujung pada tindakan kekerasan.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur musyawarah atau hukum yang berlaku. Jangan sampai emosi sesaat berujung pada hilangnya nyawa dan penyesalan seumur hidup,” pungkasnya.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa konflik kecil sekalipun dapat berujung fatal apabila tidak dikendalikan dengan baik. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Berita Terkait

Musda dan Pelantikan DPD KPPI Sumsel, Hj. Zaitun Ajak Perempuan Perkuat Peran di Dunia Politik
Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba
Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam
BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026
Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum
Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT
Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Musda dan Pelantikan DPD KPPI Sumsel, Hj. Zaitun Ajak Perempuan Perkuat Peran di Dunia Politik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru