Tingkat Pengangguran Terbuka di Rembang Peringkat Ketiga Terendah se-Jawa Tengah

- Redaksi

Jumat, 8 November 2024 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suaramasyarakat.com / REMBANG – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Rembang pada tahun 2024 berada di peringkat ketiga terendah se-Jawa Tengah dengan angka 2,84 persen. Angka ini jauh di bawah rata-rata TPT Jawa Tengah yang tercatat sebesar 4,78 persen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, menyampaikan bahwa TPT tahun ini mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 2,60 persen. Meski begitu, posisi Rembang dalam peringkat TPT di Jawa Tengah tetap tidak berubah.

“Kabupaten Temanggung yang tahun kemarin peringkat 2 menjadi peringkat 1 (terendah) sekarang. Wonogiri yang tempo hari peringkat 1 menjadi peringkat 2, kita bertahan di peringkat 3,” katanya, Kamis (11/7).

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, PTPN IV Regional 6 dan SPBUN Giat Buka Puasa Bersama

Dwi menambahkan, berdasarkan data BPS, saat TPT berada di angka 2,60 persen pada 2023, populasi Kabupaten Rembang tercatat sebanyak 640 ribu dengan jumlah pengangguran mencapai 9.896 orang. Sedangkan dengan naiknya TPT menjadi 2,84 persen pada 2024, diperkirakan hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan populasi serta munculnya angkatan kerja baru.

“Karena populasi juga akan bertambah dan tren orang lulus sekolah juga banyak, angka pengangguran akan sedikit meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, angka ini menunjukkan TPT di Kabupaten Rembang terkendali meski ada angkatan kerja baru dari lulusan sekolah. Banyaknya industri di Kabupaten Rembang juga turut berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja.

Baca Juga :  Polres Sigi Bersama Disperindagkop Sidak Harga Beras, Pedagang Diimbau Patuhi HET

Beberapa perusahaan yang menjadi penyerap tenaga kerja di Rembang antara lain PT Parkland World Indonesia (PWI), PT Djarum, PT Handal Sukses Karya (HSK), dan PT Heng Xuan Internasional. Jika ditotal, perusahaan-perusahaan ini menyerap hampir 4.000 tenaga kerja baru pada tahun ini.

“Di tahun ini, rekrutmen pekerja baru banyak. Artinya, peluang kita untuk mengurangi pengangguran terbuka cukup besar, ini sudah baik dibanding yang lain,” pungkasnya. (*)

 

 

Editor : Rvl

Berita Terkait

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru