Sengketa Lahan 10 Hektare di Bokat Ampa Kembali Bergulir, Warga Minta Bupati Turun Tangan

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol, Sulteng — suaramasyarakat.com // Persoalan sengketa lahan di wilayah Bokat Ampa, Kabupaten Buol, kembali muncul dipublikasikan dan menjadi sorotan masyarakat.

Kali ini, polemik menyangkut lahan seluas sekitar 10 hektare hingga kini disebut belum menemukan titik penyelesaian.

Berdasarkan pantauan media ini di wilayah Bokat Ampa, Kamis (20/8/2026), lahan tersebut disebut telah ditanami kelapa sawit, meski persoalan terkait status dan penguasaannya masih menjadi perhatian warga.

Salah seorang warga Bokat Ampa mengaku bingung melihat kondisi tersebut.

Menurutnya, lahan yang sebelumnya telah dilaporkan terkait persoalan kepemilikan atau penguasaan kini justru telah dimanfaatkan untuk perkebunan sawit.

Baca Juga :  Pasca Aksi Massa oleh AMMB di Gedung DPRK Bener Meriah, Bupati Tagore Angkat Bicara

“Lahan yang dilaporkan sudah ditanami sawit. Saya bingung dengan sikap pemerintah dan hukum ini,” ujarnya kepada media ini.

Ia mengatakan, persoalan lahan seluas 10 hektare tersebut telah lama menjadi perhatian masyarakat. Warga juga mempertanyakan informasi mengenai pembagian atau penguasaan lahan yang diduga melibatkan sejumlah pihak.

Berdasarkan keterangan warga, lahan tersebut diduga dibagikan kepada sejumlah pihak yang disebut sebagai oknum polisi, oknum camat, serta anggota BPD.

Namun, informasi tersebut masih sebatas keterangan masyarakat dan perlu diklarifikasi kepada pihak-pihak yang disebutkan.

Warga juga menyebut persoalan tersebut sebelumnya telah dilaporkan dan mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Baca Juga :  Aktivitas Pelabuhan Bungku Disebut Lancar, Bongkar Muat Kapal Cargo Terus Berjalan

“Ini laporan masyarakat dan sudah direspons oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Apa gunanya wakil rakyat kalau persoalan seperti ini belum juga tuntas?” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera memberikan kejelasan mengenai status lahan tersebut. Penyelesaian secara transparan dan berdasarkan ketentuan hukum dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan baru serta meredam keresahan di tengah masyarakat.

Ia pun meminta Bupati Buol turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi lahan dan memastikan persoalan tersebut dapat diselesaikan berdasarkan aturan, bukti, serta dokumen kepemilikan atau penguasaan yang sah.*

Yuda

Berita Terkait

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Berita Terbaru