Padang, Sumbar — suaramasyarakat.com // Proyek pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) di Tebing Bumi Perkemahan (Bumper), Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, menjadi sorotan tajam publik.
Proyek bernilai miliaran rupiah milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Padang ini terindikasi mengalami keterlambatan kritis yang mengancam keselamatan konstruksi dan keuangan negara.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini didanai APBD Kota Padang Tahun 2026 dengan nilai kontrak *Rp 3.055.220.701,-* dengan nomor kontrak *68/Kont-PSU/APBD/DPERKIM/2026*.
Pelaksana proyek adalah *CV. Basaungea Bina Jaya*, dengan konsultan pengawas *CV. Raisya Mutiara Katema Consultant*. Masa pelaksanaan ditetapkan selama 90 hari kalender, terhitung sejak 04 Agustus 2026.
*Kalkulasi Kritis: Waktu 62% vs Fisik 12,5%*
Hasil investigasi dan kalkulasi teknis independen http://Suaramasyarakat.com per akhir September 2026 mengungkap kondisi manajerial proyek berada pada taraf *SANGAT KRITIS*.
– *Waktu Terpakai:* 56 Hari Kalender (62,22% dari durasi)
– *Sisa Waktu Efektif:* Hanya 34 Hari Kalender (37,78%)
– *Target Volume Kontrak:* Mengacu pada AHSP Sumbar untuk DPT Pasangan Batu (1:4), anggaran Rp3,05 Miliar setara dengan volume struktur sekitar 1.800 – 2.350 m³ atau bentang dinding ± 300 – 380 meter lari.
– *Fakta Lapangan:* Kontraktor baru merealisasikan land clearing dan galian tanah dasar (trench excavation) sepanjang ± 190 meter dengan volume galian ± 850 m³.
– *Capaian Fisik Riil:* Diperkirakan baru *± 12,5%* (pekerjaan persiapan dan galian).
– *Target Kurva S Rencana Minggu ke-8:* Seharusnya sudah *± 60,0%*.
Maka, terindikasi terjadi *Deviasi Negatif Kritis sebesar -47,5%*. Angka ini jauh melewati ambang toleransi keterlambatan proyek pemerintah yang umumnya hanya -5% hingga -10%.
*Salah Alat Berat dan Ancaman Longsor*
Investigasi di lapangan menemukan kejanggalan metode kerja. Di lokasi galian tebing, kontraktor mengoperasikan unit *Track Loader Caterpillar 977 (CAT 977)*.
Secara teknis, CAT 977 adalah crawler loader yang tangguh untuk dozing dan leveling, namun tidak presisi untuk penggalian parit fondasi DPT tipe _deep trench_ di lereng curam. Seharusnya pekerjaan ini menggunakan Excavator Backhoe hidrolik kelas 20 Ton. Ketergantungan pada alat yang tidak sesuai fungsi diduga menjadi biang kerok lambatnya pembentukan tapak fondasi.
Kondisi ini sangat berbahaya. Memasuki musim hujan tinggi di Kota Padang, tebing galian yang terbuka sangat rentan jenuh air, mengalami penurunan kuat geser (shear strength), dan memicu kelongsoran (slope failure). Jika longsor terjadi, material akan menimbun kembali galian dan memaksa kontraktor melakukan kerja ulang (re-work), yang akan memperparah keterlambatan.
*Fungsi Pengawasan Dipertanyakan, Desakan SCM*
Deviasi hingga -47,5% ini menjadi preseden buruk tata kelola infrastruktur publik. Peran CV. Raisya Mutiara Katema Consultant sebagai Konsultan Pengawas dipertanyakan, terutama dalam fungsi kontrol dan _early warning system_ kepada dinas.
Masyarakat dan pengamat kebijakan publik mendesak Kepala DPRKP Kota Padang untuk segera mengambil langkah tegas:
1. Segera terbitkan Surat Peringatan (SP) 1, 2, dan 3 serta gelar *Show Cause Meeting (SCM) Level 1-3* terhadap direksi CV. Basaungea Bina Jaya.
2. Menyiapkan sanksi *blacklist dan pemutusan kontrak* jika dalam 7 hari ke depan kontraktor tidak mampu menunjukkan _recovery plan_ dan progres signifikan untuk mengejar deviasi.
3. Melakukan audit investigasi oleh Inspektorat Kota Padang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. Basaungea Bina Jaya maupun Kepala Dinas DPRKP Kota Padang belum memberikan jawaban resmi terkait langkah darurat penyelamatan proyek uang rakyat tersebut.
*Tim Investigasi: Joey London & Riki Caem*






