Tolitoli, Sulteng – suaramasyarakat.com // Keterbatasan personel menjadi salah satu tantangan Polsek Dakopamean dalam menjalankan tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat di wilayah hukumnya yang meliputi empat desa.
Saat dikunjungi media ini di Galumpang, Selasa (26/10/2026), Kapolsek Dakopamean, IPDA Ismail Mappiasse, belum berada di tempat karena mengikuti kegiatan Zoom Meeting di Polres Tolitoli. Media ini hanya dapat menemui dua anggota piket jaga.
Salah satu anggota piket menjelaskan bahwa pihaknya tetap melakukan pembinaan melalui imbauan hukum dan sambang untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Untuk aduan masyarakat, kami tetap layani. Bila penanganannya berat, kami limpahkan ke Polres,” ujarnya kepada media ini.
Terkait penyalahgunaan narkoba, ia mengatakan bahwa upaya pencegahan dan sosialisasi telah berulang kali dilakukan. Namun, apabila ditemukan tindak pidana, pihaknya akan melakukan penindakan sesuai ketentuan hukum.
“Bukan lagi pencegahan, tetapi sudah pada penindakan,” ucapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kasus penganiayaan menjadi salah satu perkara yang dominan di wilayah tersebut. Sementara itu, sejumlah perkara dilimpahkan ke Polres Tolitoli untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan cakupan wilayah empat desa dan jumlah personel yang terbatas, pihaknya berharap adanya penambahan anggota guna mendukung optimalisasi pelayanan, penegakan hukum, serta pemeliharaan kamtibmas.
Sementara itu, terkait keberadaan dua tambak udang yang turut ditanyakan media ini, anggota piket menyampaikan bahwa persoalan tersebut bukan kewenangan Polsek Dakopamean. Untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, media ini diarahkan menghubungi pihak terkait.
Media ini telah berupaya menghubungi Kapolsek Dakopamean, IPDA Ismail Mappiasse, untuk memperoleh keterangan tambahan mengenai kondisi personel, penanganan perkara, dan persoalan tambak udang tersebut.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan karena masih mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.*
Yuda






