Parimo, Sulteng — suaramasyarakat.com // Persoalan pelayanan bahan bakar minyak (BBM), khususnya pembelian menggunakan galon, kembali menjadi sorotan masyarakat di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong.
Hal tersebut disampaikan warga kepada media ini saat melakukan pemantauan di wilayah Moutong, Minggu (23 Agustus 2026).
Salah seorang warga setempat mengeluhkan pelayanan pembelian Pertalite menggunakan galon di SPBU Moutong yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal.
Menurutnya, masyarakat setempat justru merasa mendapatkan pengurangan jatah, sementara BBM bersubsidi yang dibeli menggunakan galon disebut lebih banyak dibawa keluar dari wilayah tersebut.
“Kami dari masyarakat lokal dikurangi jatah galon Pertalite, lebih banyak keluar,” ujarnya kepada media ini.
Ia mengaku persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan secara langsung kepada kepala SPBU. Namun, hingga saat ini, menurut pengakuannya, belum terlihat adanya realisasi maupun perubahan dalam pelayanan seperti yang diharapkan masyarakat.
Ia juga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kebutuhan BBM dari wilayah sekitar, termasuk daerah Papayato, Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, apabila masyarakat di daerah tersebut mengalami kesulitan mendapatkan BBM menggunakan galon, sebagian kebutuhan diduga beralih ke wilayah Moutong.
“Diduga banyak di Provinsi Gorontalo, daerah Papayato, karena tidak menerima galon, jadi larinya ke Moutong,” ucapnya.
Lebih lanjut, warga tersebut mempertanyakan mengapa kebutuhan masyarakat lokal belum dapat terpenuhi apabila pelayanan BBM bersubsidi justru dinilai lebih banyak dinikmati oleh masyarakat dari luar daerah.
“Saya hanya bertanya kepada mereka, kenapa tidak tercukupi kebutuhan masyarakat di sini, sementara yang di luar diutamakan,” katanya.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme dan rekomendasi yang digunakan dalam pelayanan pembelian Pertalite bersubsidi menggunakan galon.
Menurutnya, kejelasan mengenai rekomendasi tersebut penting agar masyarakat mengetahui ketentuan yang berlaku, termasuk siapa saja yang berhak memperoleh BBM bersubsidi serta bagaimana mekanisme pembagian dan pelayanan kepada masyarakat lokal.
Keluhan tersebut diharapkan menjadi perhatian pihak SPBU maupun instansi terkait untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelayanan BBM bersubsidi di wilayah Moutong.
Dengan adanya pengawasan yang lebih tegas dan transparan, masyarakat berharap penyaluran BBM bersubsidi dapat berjalan sesuai ketentuan, sehingga kebutuhan masyarakat setempat tetap menjadi perhatian utama.*
Yuda






