Aceh Tamiang, – suaramasyarakat.com // Musyawarah tentang tindak lanjut penyelesaian krisis pengairan sawah di wilayah 5 desa dalam Kecamatan Seruway, terdiri Desa Muka Sungai Kuruk, Paya Udang, Sungai Kuruk I, Sungai Kuruk II, dan Sungai Kuruk III difasilitasi oleh Komisi 2 DPRK Aceh Tamiang, dibawah koordinasi Jamil Hasan selaku wakil rakyat Dapil setempat.

Musyawarah lanjutan tersebut dihadiri Jamil Hasan (Fraksi PAN), Ishak Ibrahim (Fraksi PPP), dan Taini (Fraksi Partai Demokrat) bersama para Datok Penghulu Kampung 5 desa disebut dan para kelompok tani (Poktan) di 5 desa tersebut berlangsung di Aula kantor Camat Seruway, Aceh Tamiang, Rabu, 02 Juli 2025.
Musyawarah sekaligus pembentukan struktur pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Empat Serumpun Seruway itu diprakarsai oleh Anggota Komisi 2 DPRK Aceh Tamiang Fraksi PAN, Jamil Hasan dibantu 2 (dua) anggota Komisi 2 lainnya, Ishak Ibrahim dan Taini serta dipandu Muspika kecamatan setempat.
Jamil Hasan mengatakan, terkait krisis air untuk penggarapan, pengolahan, serta pemeliharaan tanaman padi bagi masyarakat petani Sungai Kuruk I, Sungai Kuruk II, Sungai Kuruk III, Muka Sungai Kuruk dan Desa Paya Udang sejak saat ini dan seterusnya kedepan harus benar-benar terdistribusi secara efektif dalam rangka mendukung ketahanan pangan.
“Sesuai program nasional termasuk dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kami selaku wakil rakyat akan benar-benar fokus menyelesaikannya untuk kemaslahatan masyarakat petani, tentunya berharap penuh dukungan Muspika, para Datok Penghulu Kampung, serta masyarakat petani,” ujar Jamil Hasan kepada wartawan suaramasyarakat.com.
Sambung Anggota DPRK Aceh Tamiang, Jamil Hasan, diketahui putra asli kelahiran Desa Sungai Kuruk II itu, mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dengan tata kelola serta tata laksana berbasis petani menuju swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas dirinya untuk menjadi wakil rakyat.
“Oleh karena itu, saya sangat optimis dan fokus menyelesaikan persoalan krisis air untuk menggarap sawah dan pemeliharaan tanaman padi terjadi di Sungai Kuruk II dan Sungai Kuruk III selama ini, tentunya saya dan rekan-rekan Komisi 2 berharap krisis air untuk penunjang keberhasilan sektor pertanian padi dapat segera teratasi,” harap Jamil Hasan, anggota DPRK Aceh Tamiang asal Dapil 3 itu.
Ia sangat berterima kasih kepada semua pihak, terutama masyarakat petani Sungai Kuruk yang telah memberikannya masukan dan menyampaikan aspirasinya kepada dirinya selaku masukan dan sebagai wakil rakyat pihaknya akan memperjuangkan hingga tuntas, meski selama ini ia membantu menggunakan uang pribadi membantu penanggulangan krisis air tersebut.
Wakapolsek Seruway, Iptu Zulham meminta kepada semua pihak agar senantiasa mengedepankan pemeliharaan Kamtibmas dalam setiap persoalan ditengah-tengah masyarakat, hindari konflik interes yang berdampak tidak baik dan perpecahan antar sesama.
“Mari kita sukseskan program pemerintah sesuai harapan kita semua namun harus kita kedepankan persatuan dan kesatuan yang solid agar setiap program berjalan sukses tetapi hubungan antar sesama kita tidak berkonflik,” ajak Iptu Zulham.
Ishak Ibrahim, Anggota DPRK Aceh Tamiang Komisi 2, asal Dapil 1 Aceh Tamiang, diketahui juga istrinya warga Sungai Kuruk I, Seruway mengatakan, dirinya dan rekan-rekan legislatif di Komisi 2 sangat mendukung penuh penyelesaian krisis air untuk bertani dialami masyarakat petani Desa Sungai Kuruk II dan Sungai Kuruk III selama ini.
“Dengan kita memfasilitasi dan mensuport pengukuhan pengurus P3A secara legal dan terstruktur, tentunya akan senantiasa dapat mengelola pendistribusian air ke seluruh areal sawah dibawah naungan P3A dimaksud demi kemakmuran petani,” jelas Ishak Ibrahim dari Fraksi PPP DPRK Aceh Tamiang.*
Reporter : S. Adi P
Penulis : S. Adi P
Editor : Red






