Pendolo, Sulteng — suaramasyarakat.com // Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Pendolo Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai ditangani melalui upaya pemadaman oleh personel TNI.
Namun, hingga Senin (14/9/2026), penyebab kebakaran, luas area yang terdampak, serta kejelasan hasil penyelidikan masih belum disampaikan secara rinci.
Berdasarkan pantauan media ini saat mengunjungi Koramil 1307-11/Pamona Selatan (Pendolo), Senin (14/9/2026), Danramil Lettu Inf Yafet belum berada di tempat. Konfirmasi kemudian dilakukan melalui WhatsApp.
Lettu Inf Yafet menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya tersebut saat ini telah memasuki tahap pemadaman.
“Untuk pembakaran karhutla sudah pada pemadaman,” ujarnya kepada media ini.
Ia menambahkan, personel TNI telah melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian.
Sementara terkait penyebab kebakaran dan perkembangan penanganannya, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan kepolisian.
“Untuk kejadian kemarin di Pendolo Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini TNI sudah melakukan pemadaman. Hasil penyelidikan masih dirapatkan dengan Polsek,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla sejauh ini masih berfokus pada pemadaman, sementara aspek penting lainnya, seperti faktor pemicu kebakaran, luas lahan yang terbakar, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian atau kesengajaan, belum memperoleh penjelasan terbuka.
Media ini juga belum memperoleh keterangan mengenai berapa luas area yang terdampak dan kapan hasil penyelidikan gabungan TNI-Polri akan disampaikan kepada publik.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana proses penelusuran penyebab karhutla telah dilakukan, mengingat pengungkapan sumber api menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kebakaran, luas area terbakar, maupun kesimpulan hasil penyelidikan TNI-Polri.*
Yuda






