Parimo, Sulteng – suaramasyarakat.com // Kepala Desa Ogomolos, Nuryanto, saat dikonfirmasi media ini di wilayah Desa Ogomolos, Minggu, 1 November 2026, menjelaskan bahwa belum terealisasinya pembangunan Koperasi Merah Putih di desanya disebabkan keterbatasan anggaran.
Ia mengatakan, lahan untuk pembangunan koperasi tersebut sebenarnya sudah tersedia. Namun, hingga saat ini pemerintah belum memberikan anggaran untuk mendukung pelaksanaannya.
“Lahan sudah ada, hanya pemerintah belum memberikan anggarannya,” ujarnya kepada media ini.
Lebih lanjut, Nuryanto menjelaskan bahwa pada tahun ini pemerintah desa hanya mampu mengalokasikan anggaran untuk pembayaran gaji, sementara sejumlah kegiatan pembangunan fisik belum dapat dilaksanakan.
“Penyebab belum terealisasinya pembangunan karena anggaran Dana Desa yang sebelumnya lebih dari Rp700 juta mengalami pemangkasan sekitar Rp500 juta,” ungkapnya.
Selain persoalan anggaran, Nuryanto juga menyoroti tingginya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.
Menurutnya, pemerintah desa terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, sesuai dengan arahan Bupati Parigi Moutong.
Ia menyebutkan, terdapat beberapa titik yang rawan terjadi karhutla. Namun, upaya penanganan di lapangan masih terkendala keterbatasan sarana pemadam kebakaran, khususnya belum tersedianya mobil pemadam di Kecamatan Mepanga.
“Ada beberapa titik karhutla di wilayah ini. Hanya saja, kendalanya belum adanya mobil pemadam kebakaran di Kecamatan Mepanga. Selama ini, penanganannya lebih banyak bergantung pada fasilitas dari kabupaten,” jelasnya.
Nuryanto berharap ke depan pemerintah daerah dapat memperhatikan pemerataan ketersediaan armada pemadam kebakaran, terutama di wilayah kecamatan yang rawan karhutla. Terlebih, kondisi cuaca yang berubah-ubah dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Menurutnya, keberadaan satu unit mobil pemadam kebakaran di setiap wilayah kecamatan akan sangat membantu mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran.
Di akhir keterangannya, ia juga menyinggung kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat yang tergolong tinggi. Menurutnya, ketersediaan BBM saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian pihak terkait agar pasokan BBM dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.*
Yuda






