Desak Gubernur Aceh Wajibkan Perusahaan Buka Kantor di Aceh, Ini Alasan Ketua FPRM

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa, Aceh – SuaraMasyarakat.com // Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, Nasruddin, S.E, mendesak Gubernur Aceh untuk mengeluarkan surat edaran mewajibkan semua perusahaan beroperasi di Aceh untuk membuka kantor di Provinsi berjuluk Bumi Serambi Mekkah.

Hal ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga untuk menyelesaikan persoalan tenaga kerja dan sosial.

Nasruddin mengungkapkan bahwa banyak perusahaan beroperasi di Aceh melakukan proses tender di kantor pusat berada di luar Aceh, sehingga para kontraktor lokal tidak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan.

Sambungnya, bahkan, untuk persoalan sosial pun harus menunggu keputusan kantor pusat yang berada di luar Aceh.

“Kalau ini terus dibiarkan tanpa ada ketegasan dari instansi terkait, maka jangan harap cita-cita Mualem mengurangi ketergantungan dengan Sumatra Utara tidak akan terwujud,” kata Ketua FPRM Aceh.

Lanjutnya, “Aceh selalu dijadikan daerah penghasil dan penyedia buruh murah oleh pengusaha, sedangkan pajak diterima oleh daerah lain. Ini sangat miris sekali,” ungkap Nasruddin.

Baca Juga :  Forum Senior PP Sumbar Gelar Silaturahmi dan Pengukuhan Pengurus Periode 2026–2031 di Padang

Lebih lanjut Nasruddin, mengungkapkan bahwa banyak perusahaan di Aceh yang lebih memilih tenaga kerja dari luar daerah untuk posisi level manajer dan jajaran direksi.

Padahal, setiap tahunnya Aceh melahirkan banyak tenaga muda yang terampil dari berbagai kampus di Aceh.

“Ini sangat disayangkan, karena dengan memprioritaskan putra daerah, kita dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di Aceh,” kata Nasruddin lagi.

Nasruddin menambahkan bahwa banyak lulusan dari berbagai kampus di Aceh yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik, namun tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh.

“Kita memiliki banyak sumber daya manusia yang potensial, namun tidak dimanfaatkan dengan baik. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan perusahaan-perusahaan beroperasi di Aceh,” ungkapnya.

Nasruddin menambahkan bahwa berdasarkan data, di Aceh terdapat 178 perusahaan perkebunan dengan luas lahan 481 ribu hektar dan memiliki 87 Pabrik Kelapa Sawit yang tersebar seluruh Aceh.

Baca Juga :  DPRD Pati Setujui Pembentukan Tim Pansus Untuk Menindaklanjuti Timbulnya Aksi

Ini membuktikan bahwa industri perkebunan merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling berkembang di Aceh belakangan ini.

Oleh karena itu, peluang tersebut harus disertai dengan regulasi, tidak hanya sekedar himbauan semata. Hal ini baru bisa terwujud apabila Gubernur, DPRA, dan Forkopimda memiliki pemahaman yang sama untuk membangun daerah.

“Dan tak kalah pentingnya, Kepala Dinas terkait harus bisa mengimplementasikan cita-cita kepala daerah. Bila tidak mampu menterjemahkan dan mengimplementasikan program Gubernur dan Wakil Gubernur, Bapak H Muzakir Manaf dan H. Fadlullah, lebih bagus mundur saja,” imbuhnya.

Nasruddin juga menekankan bahwa dengan adanya kantor di Aceh, perusahaan akan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Hal ini akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan, serta memudahkan penyelesaian masalah yang timbul.

“Dengan demikian, kita dapat membangun Aceh dengan lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Nasruddin.*

Reporter : Nurma

Berita Terkait

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter
Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Berita Terbaru