SUARAMASYARAKAT.COM.//Batang, Jawa Tengah – Salah satu ikon wisata di Kabupaten Batang, yaitu tulisan besar bertuliskan “Pantai Sigandu”, tampak roboh dan tak terawat. Kondisi ini mengundang keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Tim SuaraMasyarakat yang aktif menyuarakan isu-isu publik dan kepedulian terhadap fasilitas umum.
Pantai Sigandu merupakan salah satu destinasi wisata andalan Batang yang kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah. Keindahan pantainya yang masih alami serta letaknya yang strategis menjadikannya tujuan favorit keluarga. Namun, kerusakan pada tulisan ikonik di pintu masuk kawasan wisata ini menjadi simbol peringatan akan pentingnya perawatan dan pengelolaan fasilitas wisata secara berkelanjutan.
Tulisan besar tersebut bukan sekadar hiasan, tetapi juga menjadi identitas visual yang memperkenalkan dan mempromosikan Pantai Sigandu kepada pengunjung. Kerusakan atau robohnya simbol semacam ini bisa berdampak pada citra tempat wisata secara keseluruhan, dan berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung.
“Ini bukan sekadar tulisan yang roboh, ini adalah pesan bahwa perawatan fasilitas wisata harus menjadi prioritas. Tempat wisata adalah wajah daerah kita,” ujar salah satu anggota Tim SuaraMasyarakat.
Ajakan untuk Peduli dan Bertindak
Tim SuaraMasyarakat mengajak masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku wisata untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang ada. Tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari segi kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung.
“Kami berharap ini menjadi momentum untuk memperbaiki, bukan hanya tulisan yang roboh, tapi juga sistem perawatan tempat wisata kita. Ini aset daerah yang harus dijaga bersama,” tambahnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Tim SuaraMasyarakat menyarankan adanya gotong royong atau program “Sadar Wisata” yang melibatkan warga sekitar, komunitas lokal, dan instansi terkait.
Kondisi robohnya tulisan di Pantai Sigandu seharusnya menjadi perhatian bersama. Wisata bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga bagaimana kita merawat dan menghargai setiap elemen yang membentuk pengalaman wisata itu sendiri.
Red – Bayu Anggara






