Tulisan Ikonik di Pantai Sigandu Roboh, Tanda Panggilan untuk Perawatan dan Kepedulian

- Redaksi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

SUARAMASYARAKAT.COM.//Batang, Jawa Tengah – Salah satu ikon wisata di Kabupaten Batang, yaitu tulisan besar bertuliskan “Pantai Sigandu”, tampak roboh dan tak terawat. Kondisi ini mengundang keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Tim SuaraMasyarakat yang aktif menyuarakan isu-isu publik dan kepedulian terhadap fasilitas umum.

 

Pantai Sigandu merupakan salah satu destinasi wisata andalan Batang yang kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah. Keindahan pantainya yang masih alami serta letaknya yang strategis menjadikannya tujuan favorit keluarga. Namun, kerusakan pada tulisan ikonik di pintu masuk kawasan wisata ini menjadi simbol peringatan akan pentingnya perawatan dan pengelolaan fasilitas wisata secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Sebarkan Rekaman Elektronik Tanpa Izin, Pelaku Terancam Jerat UU ITE

 

 

 

Tulisan besar tersebut bukan sekadar hiasan, tetapi juga menjadi identitas visual yang memperkenalkan dan mempromosikan Pantai Sigandu kepada pengunjung. Kerusakan atau robohnya simbol semacam ini bisa berdampak pada citra tempat wisata secara keseluruhan, dan berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung.

 

“Ini bukan sekadar tulisan yang roboh, ini adalah pesan bahwa perawatan fasilitas wisata harus menjadi prioritas. Tempat wisata adalah wajah daerah kita,” ujar salah satu anggota Tim SuaraMasyarakat.

 

Ajakan untuk Peduli dan Bertindak

 

Tim SuaraMasyarakat mengajak masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku wisata untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang ada. Tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari segi kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung.

Baca Juga :  Rapat Akbar Forum Cakar Sriwijaya Sumatra-Selatan (Fcss)

 

“Kami berharap ini menjadi momentum untuk memperbaiki, bukan hanya tulisan yang roboh, tapi juga sistem perawatan tempat wisata kita. Ini aset daerah yang harus dijaga bersama,” tambahnya.

 

Sebagai solusi jangka pendek, Tim SuaraMasyarakat menyarankan adanya gotong royong atau program “Sadar Wisata” yang melibatkan warga sekitar, komunitas lokal, dan instansi terkait.

 

 

 

Kondisi robohnya tulisan di Pantai Sigandu seharusnya menjadi perhatian bersama. Wisata bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga bagaimana kita merawat dan menghargai setiap elemen yang membentuk pengalaman wisata itu sendiri.

Red – Bayu Anggara

Berita Terkait

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Berita Terbaru