Ribuan Wakala di Nagan Raya Minta Jangan Ganggu Mata Pencaharian Rakyat dari Tambang Emas

- Redaksi

Minggu, 14 September 2025 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya, Aceh – SuaraMasyarakat com // Mencuatnya isu dan pemberitaan miring tentang pengelolaan tambang emas belum berizin di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, ribuan kepala keluarga (KK) Wanita Kepala Rumah Tangga (Wakala) minta kepada pihak instansi hukum agar tidak ganggu kegiatan tersebut.

Puluhan ibu-ibu kepala rumah tangga bermata pencaharian hidup dari aktivitas tambang emas tersebut kepada media Suara masyarakat.com secara tegas dan mengharap untuk tidak memutuskan mata rantai ekonomi rumah tangga mereka dari mendulang emas dibantu alat berat penambang, Minggu (14/09/25).

“Kami untuk dapatkan uang beli beras kebutuhan keluarga kami bersumber dari hasil mendulang emas dari bahan baku dibantu oleh Beco para penambang emas, lebih dari itu pendapatan kami untuk biaya pendidikan anak kami,” ujar Murniati didampingi puluhan ibu-ibu lainnya.

Kata mereka, dalam situasi perekonomian negeri ini sedang sulit atau disebut inflasi ekonomi, kemana dan bagaimana mereka menghidupi keluarga dan memberikan pendidikan formal dan agama anak-mereka, sementara lapangan kerja pun sangat sulit didapat.

Baca Juga :  Wakil Bupati Djira K: "Ketika Desa Maju, Kabupaten Pasti Maju" Morowali Utara Tumbuh dari Harmoni dan Kebersamaan

“Sekarang untuk mencari brondolan sawit pun ditempat kami dekat kawasan perkebunan tidak bisa, maka kami ikut teman-teman untuk mendulang emas untuk kebutuhan hidup keluarga kami,” sebut Maisarah lirih.

Para Wakala di Nagan Raya meminta kepada Presiden Prabowo dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf agar memberikan peluang kepada para penambang emas belum miliki izin itu agar tetap beraktivitas secara lancar dan tanpa ada gangguan dari banyak pihak oknum yang merusak tatanan dilapangan.

“Kami tidak mencari kaya dari mendulang dibantu bahan baku dari Beco milik para penambang emas, para penambang juga mengeluarkan modal, bukan kerja menggunakan air dan daun,” sebut Aminah.

Dimintai tanggapannya, Aktivis Pemerhati Publik dan Ekonomi Kerakyatan, Drs. Irfan Nur menyampaikan, itu pernyataan jeritan rakyat kecil yang harus dipertimbangkan oleh pihak pemerintah dan semua pihak terkait dalam rangka menekan dan menanggulangi inflasi ekonomi rakyat, terutama di Nagan Raya, Aceh.

Baca Juga :  Curanmor dan Penyalahgunaan Narkoba Jadi Perhatian Polsek Biromaru

“Informasi kami peroleh dilapangan dari masyarakat kelas menengah kebawah bahwa ribuan Wanita Kepala Rumah Tangga bergantung hidup dari aktivitas tambang emas di pedalaman Nagan Raya,” kata Drs. Irfan Nur. melalui pesan WhatsApp miliknya.

Menurut Pegiat Sosial Ekonomi publik itu, keluhan disampaikan para ibu-ibu rumah tangga berstatus kepala keluarga itu adalah jeritan hati nurani mereka demi menyambung hidup dan membiayai pendidikan layak bagi anak-anaknya.

“Mari kita peduli dan prihatin terhadap jeritan rakyat, penambang emas berikan kemudahan untuk bahan baku mendulang bagi para ibu-ibu rumah tangga keluarga miskin tersebut,” ungkap Drs. Irfan Nur mengakhiri.*

Reporter : Surpa

Berita Terkait

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter
Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Berita Terbaru