BUNTUT SIMPANAN HARI RAYA DI BMT TERSUMBAT, NASABAH GRUDUK KANTOR DINAS KOPERASI

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

PEKALONGAN – suaramasyarakat.com.//Puluhan warga kabupaten Pekalongan yang mewakili ratusan nasabah sebuah koperasi di wilayah kecamatan Kesesi, Selasa (5/8) siang menggeruduk kantor dinas koperasi setempat.

 

Massa meminta, pemerintah kabupaten Pekalongan melalui Dinas Koperasi, membantu menyelesaikan permasalahan pencairan tabungan nasabah yang hingga kini belum ada kejelasan.

 

Massa geram, karena sudah 4 bulan dari waktu yang dijanjikan, tabungan simpanan hari raya mereka tak kunjung di cairkan. Setidaknya, dari ratusan nasabah tersebut, ada total 1,2 milyar rupiah tabungan yang sedang diperjuangkan.

 

Salah satu nasabah, Yuli (32 tahun) menyebutkan, ada sekitar 117 orang nasabah yang mengikuti program simpanan idul fitri, atau Safitri.

Baca Juga :  Kapolres Pidie Jaya Hadiri Pelantikan 81 Keuchik Terpilih, Pastikan Keamanan dan Dukung Pemerintahan Gampong yang Demokratis

 

“Perminggu kita membayar iuran, ada yang 50 ribu, ada juga yang 100 ribu. Dari nasabah juga ada yang punya anggota, sehingga total kerugian kami di simpanan Safitri mencapai 653 juta rupiah”, kata Yuli didampingi kuasa Hukum Didik Pramono dari LBH Adhyaksa.

 

Yuli menyebutkan, seharusnya tabungan Safitri tersebut dicairkan sebelum lebaran bulan Februari 2025 kemarin. Namun kenyataannya, hingga kantor BMT tersebut tutup, hak para nasabah tak kunjung dicairkan.

 

“Awalnya mereka (manajemen BMT-red) meminta waktu 1 bulan, untuk mencairkan simpanan kami. Kemudian, setelah kami demo, mereka meminta waktu kembali 3 bulan, hingga batas waktu tanggal 21 Juli kemarin, tidak ada tanda itikad baik dari mereka”, imbuhnya

Baca Juga :  Kejari Batang Tetapkan Kades Mojotengah jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 235

 

Ironisnya, saat pihak dinas mempertemukan dan memediasi kedua pihak akhirnya terungkap, jika dana tabungan nasabah selama ini digunakan untuk operasional koperasi, mulai dari membayar gaji karyawan dan membayar sewa gedung.

 

“Kami mengakui salah pengelolaan, sehingga koperasi mengalami pailit. Uang tabungan kami gunakan untuk operasional, mulai dari membayar gaji karyawan dan sewa kantor”, kata Ulul Albab selaku pengurus koperasi.

 

Ulul menyebut, uang nasabah juga dipinjam oleh beberapa pengurus. Bahkan dirinya juga meminjam sebesar 80 juta rupiah.

 

“Kami meminta waktu satu bulan ke depan, sambil menunggu tanah kami terjual”, pungkasnya.

Berita Terkait

163 KK Warga Lubuk Sidup Terima Huntara Diserahkan Wabup Aceh Tamiang
Pemkab Aceh Tamiang Dapat 50 Ribu Mushaf Al-Qur’an dari MBA Diterima Plt. Sekda
Bupati Aceh Utara Normalisasi Saluran Air Sawah Pasca Banjir, Masyarakat Ucap Terimakasih
HUT ke 24 Aceh Tamiang Dirangkai dengan Gelar Dzikir Akbar ASN
Bupati Armia Fahmi: Jangan Ada Lagi Rumah Warga Korban Bencana Luput Dari Pendataan
Tinjau dan Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana, Ketua Fadlon Dampingi Bupati Armia Fahmi
Akses Jalur Lintas Bireuen – Takengon di Wih Porak PRG Kembali Lumpuh, Ini Sebabnya
Bupati Armia Fahmi Terima Kunjungan IDH dan Delegasi Belanda, Bahas Ini
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 00:54 WIB

163 KK Warga Lubuk Sidup Terima Huntara Diserahkan Wabup Aceh Tamiang

Sabtu, 18 April 2026 - 00:22 WIB

Pemkab Aceh Tamiang Dapat 50 Ribu Mushaf Al-Qur’an dari MBA Diterima Plt. Sekda

Jumat, 10 April 2026 - 12:15 WIB

Bupati Aceh Utara Normalisasi Saluran Air Sawah Pasca Banjir, Masyarakat Ucap Terimakasih

Jumat, 10 April 2026 - 11:59 WIB

HUT ke 24 Aceh Tamiang Dirangkai dengan Gelar Dzikir Akbar ASN

Rabu, 8 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati Armia Fahmi: Jangan Ada Lagi Rumah Warga Korban Bencana Luput Dari Pendataan

Berita Terbaru