Sah Secara Adat Lamo Pusako Usang, JS DT Majo Indo Penetima Warih Bakaturunan Dari Lembak Tuahdan Mahyudin DT Majo Indo

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Sumbar – suaramasyarakat.com // Teka-teki pewaris sah Gelar Sako Payung Panji Dt. Majo Indo di Kampung Sungai Balai, Nagari Kinali, terjawab tuntas. Abu Bakar Mangkuto Alam, Urang Tuo Adat, menegaskan bahwa JS Dt. Majo Indo adalah satu-satunya penerima warih yang sah.

Penegasan ini merujuk pada prinsip tertinggi hukum adat Minangkabau: *Iduak Bakulipah, Mati Batungkek Bundi, Warih Bakaturunan.*

“JS Dt. Majo Indo ini bukan orang lain, bukan klaim tiba-tiba. Beliau *menerima warih bakaturunan, iduik bakulipah, mati batungkek bundi* langsung dari Inyiak Lembak Tuah Dt. Majo Indo dan Mahyuddin Dt. Majo Indo, Kampung Sungai Balai,” tegas Abu Bakar Mangkuto Alam.

*MAKNA HUKUM ADAT: WARIH BAKATURUNAN*

Baca Juga :  Pembangunan Koperasi Merah Putih di Sirenja Baru Terealisasi Tiga, Terkendala Persoalan Lahan

Dalam tatanan Adat Lamo Pusako Usang, frasa tersebut memiliki kekuatan hukum mutlak:

– *Warih Bakaturunan:* Harta pusaka dan Gelar Sako hanya boleh turun kepada kemenakan dalam garis keturunan yang lurus.
– *Iduik Bakulipah:* Selagi hidup, gelar dan tanggung jawab dipikul bersama oleh kaum.
– *Mati Batungkek Bundi:* Jika pemangku meninggal, gelar tidak hilang, melainkan disambung kembali kepada warih yang paling berhak dalam lingkaran kaum yang sama.

Abu Bakar menjelaskan silsilahnya sangat jelas:

> *Inyiak Lembak Tuah Dt. Majo Indo (Inyiak Kandung) dan Mahyuddin Dt. Majo Indo (Mamak Kandung) adalah pewaris sebelumnya. Ketika keduanya berpulang, maka gelar dan tanggung jawab ulayat secara otomatis batungkek bundi kepada JS. Dt. Majo Indo sebagai warih bakaturunan yang sah dalam satu perut.*

Baca Juga :  DWP Kota Langsa Gaungkan Pendidikan dengan Hati untuk Generasi Negeri di Telaga Tujoh

“Ini bukan tunjuk-tunjukan. Ini hukum adat. Dari perut yang sama, dari kaum yang sama. Makanya beliau sah,” tambahnya.

” tegas Abu Bakar.

Beliau meminta kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kinali, Pemerintah Nagari, dan seluruh masyarakat untuk kembali kepada tatanan asli dan mengakui JS. Dt. Majo Indo sebagai pemegang amanah sah Payung Panji Dt. Majo Indo untuk menjaga ulayat Kampung Sungai Balai.

*Sumber Resmi:*
*Abu Bakar Mangkuto Alam – Urang Tuo Adat Payung Panji Dt. Majo Indo, Kampung Sungai Balai, Kinali.*

(Joey & riki)

Berita Terkait

PLN Tinombo Pastikan Pelayanan Listrik Menjangkau Hingga Pelosok Desa
Camat Tinombo Jelaskan Kendala Koperasi Merah Putih dan Upaya Penanganan Kebakaran Lahan Pertanian
SPBU Tomini Akui Jatah BBM 5 Liter, Pengawas Sebut Stok Masih Terbatas
Pengurus Green Bean Bener Meriah Periode 2025–2030 Resmi Dikukuhkan Wabup Armia
Satpel UPPKB Moutong: Penindakan Kendaraan Kelebihan Muatan Dilakukan Sesuai Ketentuan
Polsek Moutong Tingkatkan Kamtibmas, Penertiban PETI dan Pencegahan Narkoba Jadi Perhatian
Sekcam Moutong: Narkoba Jadi Perhatian Serius, Pencegahan Karhutla Terus Diimbau
SPBU Pertamina Moutong: Pelayanan BBM Normal, Jeriken Wajib Memiliki Barcode
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:13 WIB

PLN Tinombo Pastikan Pelayanan Listrik Menjangkau Hingga Pelosok Desa

Rabu, 4 November 2026 - 14:09 WIB

Sah Secara Adat Lamo Pusako Usang, JS DT Majo Indo Penetima Warih Bakaturunan Dari Lembak Tuahdan Mahyudin DT Majo Indo

Rabu, 4 November 2026 - 13:15 WIB

Camat Tinombo Jelaskan Kendala Koperasi Merah Putih dan Upaya Penanganan Kebakaran Lahan Pertanian

Selasa, 3 November 2026 - 23:10 WIB

Pengurus Green Bean Bener Meriah Periode 2025–2030 Resmi Dikukuhkan Wabup Armia

Selasa, 3 November 2026 - 21:09 WIB

Satpel UPPKB Moutong: Penindakan Kendaraan Kelebihan Muatan Dilakukan Sesuai Ketentuan

Berita Terbaru