Parimo, Sulteng – suaramasyarakat.com // Kepala Desa (Kades) Moubang, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), Hasan Basri Pede, saat dikonfirmasi media ini di kediamannya, Minggu (1 November 2026), mengatakan bahwa kebakaran kebun rakyat terjadi sehari sebelumnya telah berhasil ditangani.
Ia menjelaskan, penyebab kebakaran tersebut hingga kini belum dapat dipastikan. Namun, kondisi alam dan cuaca yang cenderung kering menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.
“Untuk kebakaran kemarin, sudah tertangani. Itu merupakan kebakaran kebun rakyat, sedangkan penyebabnya belum bisa dipastikan,” ujarnya kepada media ini.
Lebih lanjut, Hasan Basri Pede mengatakan bahwa pihak pemerintah desa kerap melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca saat ini.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya selama musim kemarau.
“Untuk kepatuhan masyarakat, sejauh ini cukup tinggi di Desa Moubang,” ucapnya.
Di sisi lain, Hasan juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan desa masih menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Menurutnya, alokasi Dana Desa saat ini lebih banyak digunakan untuk pembayaran gaji, sementara kegiatan fisik masih menunggu kepastian anggaran pada tahun berjalan.
“Harapan kami, kegiatan fisik bisa berjalan. Namun, semuanya bergantung pada anggaran dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Terkait program Koperasi Merah Putih, ia menyebutkan bahwa hingga saat ini program tersebut belum berjalan di Desa Moubang karena anggaran dari pemerintah pusat belum tersedia. Hal itu juga berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan Instruksi Presiden (Inpres) yang masih menunggu dukungan anggaran.
Hasan berharap seluruh program pemerintah, baik pembangunan desa maupun Koperasi Merah Putih, dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Harapan kami, semua program bisa berjalan. Namun, semuanya tetap bergantung pada kebijakan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” tutupnya.*
Yuda






