Tolitoli, Sulteng – suaramasyarakat.com // Pengusaha mebel kayu di Kabupaten Tolitoli berharap pemerintah terus memperhatikan dan mendengarkan aspirasi pelaku usaha kayu lokal di tengah dinamika usaha yang mereka hadapi.
Hal itu disampaikan seorang pengusaha mebel kayu saat ditemui media ini di Nopi, Selasa (27 Oktober 2026). Ia mengatakan, pemasaran mebel di Kota Tolitoli mengalami pasang surut, terkadang ramai dan terkadang sepi.
“Permasalahan saat ini adanya tambang,” ujarnya kepada media ini.
Menurutnya, kondisi tersebut turut dirasakan oleh para pengusaha kayu, termasuk pelaku usaha kayu lokal. Meski demikian, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, ia mengaku masih mengambil kayu dari somel atau tempat penggergajian kayu.
“Untuk kayu, kami tetap mengambil di somel, tidak bisa lepas dari situ,” ucapnya.
Terkait hubungan dengan pemerintah, ia menilai pemerintah saat ini telah memberikan ruang dan solusi bagi para pelaku usaha.
“Saya rasa tidak ada permasalahan dengan pemerintah untuk penjualan kayu dan mebel kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah terus membuka ruang komunikasi dan mendengarkan aspirasi para pengusaha kayu lokal di Tolitoli agar keberlangsungan usaha mereka tetap diperhatikan.*
Yuda






