PALEMBANG | suaramasyarakat.com — Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERBATI) Sumatera Selatan resmi dilantik di Aula SMK Negeri 2 Palembang, Sabtu (10/10/2026). Pelantikan tersebut dirangkai dengan Kejuaraan Tinju Amatir PERBATI Sumsel yang diikuti sekitar 250 petinju dari delapan provinsi dan 18 kabupaten/kota.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 9–11 Oktober 2026, ini menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan atlet tinju amatir. Sebanyak 100 pertandingan dijadwalkan berlangsung dengan mengedepankan sportivitas dan semangat meraih prestasi.
Ketua PERBATI Sumsel, Fajar Febriansyah, mengatakan kejuaraan tersebut bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan bagian dari upaya mencari dan membina bibit-bibit petinju berprestasi yang berpotensi bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Fajar, antusiasme peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa olahraga tinju masih memiliki peminat yang besar. Sejumlah kontingen datang dari Maluku, Lampung, Bengkulu, Jambi, Banten, dan daerah lainnya, termasuk Sumatera Selatan.
“Antusiasmenya luar biasa. Dari Maluku, Lampung, Bengkulu, Jambi, Banten sampai Sumsel semua datang. Padahal cuaca lagi ekstrem karhutla. Ini bukti tinju punya penggemar fanatik. Misi kami mengembalikan Sumsel sebagai provinsi olahraga,” tegas Fajar.
Sementara itu, Ketua Harian PERBATI Sumsel sekaligus Ketua Pelaksana, Ihsan Pajaya, menjelaskan bahwa kejuaraan kali ini mengutamakan prestasi atlet, berbeda dengan sejumlah pertandingan tinju hiburan yang sebelumnya pernah diselenggarakan di Palembang.
Ia menyebutkan, para petinju yang menunjukkan kemampuan terbaik berpotensi mengikuti proses seleksi untuk menghadapi kejuaraan tingkat lebih tinggi, termasuk peluang menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Namun, keikutsertaan pada ajang tersebut tetap bergantung pada proses seleksi dan ketentuan organisasi terkait.
Dari data peserta, kontingen Lampung menjadi salah satu yang terbesar dengan 50 atlet, disusul Bengkulu sebanyak 15 atlet dan Maluku dengan 10 atlet. Sementara itu, tuan rumah Palembang mengikutsertakan lebih dari 100 atlet yang terbagi dalam sejumlah tim, di antaranya Pepati Palembang, Pepati Sumsel, dan Banyuasin.
Pertandingan dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni U-16, U-19, dan kelas elit usia 20–45 tahun. Untuk mendukung pelaksanaan pertandingan yang adil, panitia menerjunkan 15 juri berlisensi World Boxing yang berasal dari Jakarta, Lampung, dan Palembang.
PERBATI yang berdiri pada Mei 2025 disebut tengah mendorong pembinaan tinju dengan mengacu pada standar World Boxing. Organisasi ini juga telah mengirimkan wakil untuk mengikuti kegiatan di tingkat internasional di Jepang.
Fajar berharap penyelenggaraan kejuaraan tersebut mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, terutama dalam pembinaan atlet, penyediaan fasilitas latihan, dan pengembangan kompetisi berkelanjutan.
“Tanpa publikasi masif saja penonton sudah membludak. Bakat dari usia di bawah 10 tahun sampai dewasa muncul semua. Sekarang kami butuh dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” tutupnya.
Sebagai bentuk apresiasi, para atlet yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga akan memperoleh medali, sertifikat, serta uang pembinaan.
Melalui kejuaraan ini, PERBATI Sumsel berharap dapat memperkuat pembinaan atlet daerah, meningkatkan kualitas pertandingan, serta membuka peluang bagi petinju potensial untuk melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi dengan tetap menjunjung sportivitas.






