Proyek DPT Rp 3 Miliar di Balai Gadang Disorot: 60 Hari Kerja Progres Baru 52%, Kontraktor Dikejar Waktu

- Redaksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Koto Tangah – suaramasyarakat.com // Proyek pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) di Tebing Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang menjadi sorotan awak media. Pasalnya, dengan sisa waktu sekitar satu bulan, progres pekerjaan dinilai masih lambat.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi Air Dingin Lubuk Minturun, proyek milik Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) ini memiliki rincian sebagai berikut:

– *Pekerjaan:* Pembuatan Dinding Penahan Tanah (DPT) di Tebing Bumi Perkemahan Kec. Koto Tangah
– *No. Kontrak:* 68/Kont-PSU/APBD/DPERKIM/2026 tanggal 04 Agustus 2026
– *Nilai Kontrak:* Rp 3.055.220.701,00
– *Waktu Pelaksanaan:* 90 Hari Kalender
– *Kontraktor Pelaksana:* CV. Basalingka Bina Jaya
– *Konsultan Pengawas:* CV. Raisya Mutiarakatama Konsultant

Baca Juga :  Anggota Koramil 0620-06/Pabuaran Gelar Penyuluhan Pertanian di Sawah Damarguna

Awak media yang melakukan cek lapangan pada Rabu (08/10) menemukan fakta bahwa kontrak 90 hari kalender tersebut sudah berjalan sekitar 60 hari kerja. Saat dikonfirmasi di lapangan, pihak konsultan pengawas menyebutkan progres fisik baru mencapai sekitar *52%*.

Artinya, kontraktor hanya memiliki sisa waktu sekitar 30 hari kalender untuk menyelesaikan 48% sisa pekerjaan.

> “Kita pertanyakan apakah CV. Basalingka Bina Jaya mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja. Waktu tinggal sebulan lagi, tapi pekerjaan hampir separuh lagi belum selesai. Ini DPT tebing, risikonya tinggi kalau tidak selesai sebelum musim hujan,” ujar salah seorang awak media di lokasi.

Baca Juga :  2,3 juta Masyarakat Jabar Dalam Antrean Kepesertaan PBI-JKN Akan Diverifikasi

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perkim Kota Padang dan Kontraktor Pelaksana CV. Basalingka Bina Jaya belum dapat dimintai keterangan resmi terkait strategi percepatan dan kendala di lapangan.

Kondisi ini menjadi perhatian publik, mengingat proyek senilai Rp 3 miliar lebih yang bersumber dari APBD ini vital untuk menahan longsor di kawasan Bumi Perkemahan Air Dingin yang merupakan kawasan wisata dan jalur rawan bencana.

Awak media berharap Dinas Perkim melakukan evaluasi ketat dan pengawasan intensif agar proyek tidak molor dan tidak berujung pada putus kontrak atau kualitas pekerjaan yang asal jadi.*

*Tim joey riky*

Berita Terkait

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter
Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Berita Terbaru