Mamuju, Sulteng — suaramasyarakat.com // Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Trailu memastikan pelayanan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat berjalan normal dan lancar.
Hal tersebut diketahui saat media ini melakukan kunjungan ke SPBU Trailu, Jumat (5/9/2026), untuk melihat kondisi pelayanan serta ketersediaan BBM.
Dalam kunjungan tersebut, pengawas SPBU Trailu, Andri, tidak berada di tempat. Media ini kemudian bertemu dengan salah satu admin SPBU untuk memperoleh informasi mengenai pelayanan dan pasokan BBM di lokasi tersebut.
Admin SPBU mengatakan, pelayanan kepada masyarakat hingga saat ini masih berjalan normal. Pasokan BBM diterima dari Parepare dan dikirim berdasarkan jadwal pengantaran yang telah ditentukan.
“Pengisian BBM dari Parepare ke kami dan pengantarannya sesuai dengan jadwalnya,” ujarnya kepada media ini.
Ia menjelaskan, SPBU Trailu memperoleh alokasi BBM subsidi jenis solar sekitar 8 ton.
Namun, alokasi tersebut terkadang belum sebanding dengan tingginya permintaan masyarakat, khususnya pada periode tertentu.
“Semuanya teratasi. Kadang kebutuhan masyarakat lebih besar dari jatah yang diberikan, tetapi masih bisa dimaksimalkan,” ucapnya.
Kondisi tersebut, kata dia, turut dipengaruhi oleh karakteristik wilayah Trailu yang merupakan daerah dengan aktivitas pertanian cukup tinggi.
Solar menjadi salah satu penunjang penting bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan pertanian, termasuk untuk operasional pompa air.
Permintaan biasanya meningkat ketika memasuki masa panen.
Meningkatnya aktivitas petani membuat penggunaan BBM untuk menunjang kegiatan di sektor pertanian ikut bertambah.
Menurutnya, keterbatasan alokasi menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian.
Penambahan kuota dinilai dapat membantu menyesuaikan ketersediaan BBM dengan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang aktivitas ekonominya sangat bergantung pada sektor pertanian.
Meski demikian, pihak SPBU memastikan pelayanan tetap diupayakan berjalan maksimal dengan menyesuaikan penyaluran terhadap stok yang tersedia.
Penambahan alokasi diharapkan dapat menjaga kelancaran pasokan, sehingga aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian, tidak terkendala akibat keterbatasan BBM.*
Yuda






