Parimo, Sulteng — suaramasyarakat.com // Harga gas elpiji 3 kilogram menjadi salah satu persoalan dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Selain harga yang dinilai melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), masyarakat juga meminta adanya pengawasan dan pemeriksaan terhadap pangkalan-pangkalan resmi.
Keluhan tersebut disampaikan masyarakat saat berdiskusi mengenai distribusi elpiji 3 kilogram, Minggu (23 Agustus 2026).
Dalam diskusi itu, warga menyebut masih adanya dugaan kerja sama antara pangkalan resmi dengan pengecer atau penadah yang menyebabkan harga elpiji di tingkat masyarakat menjadi lebih tinggi.
“Iya, masih ada pengecer di pangkalan elpiji yang bekerja sama, bahkan sampai harganya melebihi HET,” ujar salah seorang warga.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima masyarakat, terdapat sejumlah pangkalan yang diduga bekerja sama dengan pengecer hingga pendistribusiannya mencapai wilayah Gorontalo.
Harga elpiji 3 kilogram yang beredar di masyarakat disebut bervariasi, mulai dari sekitar Rp35 ribu hingga Rp60 ribu per tabung.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait, khususnya dalam melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi elpiji bersubsidi agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat.
“Kalau tugas polisi hanya formalitas saja, nanti perlunya saja. Itu yang harus diperbaiki,” ucapnya.
Masyarakat berharap pengawasan terhadap pangkalan resmi dapat dilakukan secara lebih rutin dan menyeluruh. Jika ditemukan adanya pelanggaran dalam distribusi maupun penjualan elpiji 3 kilogram, warga meminta agar segera ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat juga berharap persoalan harga elpiji 3 kilogram yang melebihi HET dapat segera ditangani. Sebab, kenaikan harga tersebut dinilai semakin membebani masyarakat yang seharusnya mendapatkan elpiji bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan.
Warga meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dan pihak terkait lainnya memperkuat pengawasan, terutama terhadap pangkalan resmi dan jalur distribusi elpiji 3 kilogram, sehingga subsidi benar-benar dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.*
Yuda






