Isyarat “10 Jari” Jadi Sorotan: Dugaan Kode Penyelesaian Masalah oleh Oknum Pejabat Rutan Kebumen Dipertanyakan

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebumen — Dugaan praktik tidak patut di lingkungan Rutan Kelas II B Kebumen kembali menuai sorotan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada pengakuan adanya isyarat “kode” berupa acungan 10 jari yang diduga disampaikan oleh salah satu oknum pejabat rutan berinisial AN kepada Pimpinan Umum SuaraMasyarakat, terkait upaya penyelesaian suatu persoalan.

Menurut keterangan yang diterima redaksi, isyarat tersebut disampaikan dalam konteks pembicaraan penyelesaian masalah. Namun hingga kini, makna dari acungan 10 jari tersebut tidak pernah dijelaskan secara terbuka, sehingga menimbulkan beragam tafsir dan tanda tanya di tengah publik.

Isyarat Tanpa Penjelasan Memicu Kecurigaan

Isyarat nonverbal yang disampaikan oleh seorang pejabat publik dinilai tidak lazim, terlebih jika berkaitan dengan penyelesaian persoalan yang sedang menjadi sorotan. Ketiadaan penjelasan resmi membuat gestur tersebut diduga sebagai bentuk kode tertentu, yang berpotensi disalahartikan sebagai simbol kesepakatan di luar mekanisme resmi.

Baca Juga :  Rotasi Pejabat Polres Ogan Ilir, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Penguatan Pelayanan Masyarakat

“Jika memang tidak ada maksud lain, seharusnya disampaikan secara terbuka dan jelas. Isyarat semacam ini justru memunculkan persepsi negatif,” ujar salah satu pemerhati kebijakan publik.

Rangkaian Dugaan yang Saling Berkaitan

Sorotan terhadap isyarat tersebut tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, seorang mantan narapidana berinisial S mengaku pernah mentransfer sejumlah uang ke rekening koperasi rutan yang disebut-sebut berkaitan dengan oknum pejabat rutan. Uang tersebut baru dikembalikan setelah yang bersangkutan bebas dan menyampaikan aduan.

Rangkaian peristiwa ini dinilai memperkuat urgensi evaluasi menyeluruh terhadap pola komunikasi, kewenangan, dan etika pejabat rutan dalam berinteraksi dengan pihak luar maupun warga binaan.

Etika Pejabat Publik Dipertanyakan

Sebagai aparatur negara, pejabat rutan dituntut menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas. Setiap bentuk komunikasi, baik verbal maupun nonverbal, memiliki konsekuensi etik dan dapat memengaruhi kepercayaan publik.

Baca Juga :  Kasus Cinta Terlarang Berujung Laporan Polisi: Muslimin Dilaporkan oleh Kekasihnya Sendiri atas Dugaan Penipuan atau Penggelapan

“Gestur yang menimbulkan tafsir ganda bukan hanya persoalan etika, tapi juga menyangkut integritas lembaga,” tegas seorang akademisi hukum pidana.

Perlu Klarifikasi Terbuka dan Evaluasi

Publik mendesak agar pihak Rutan Kelas II B Kebumen maupun Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah memberikan klarifikasi terbuka terkait makna isyarat tersebut. Klarifikasi dinilai penting agar tidak berkembang menjadi asumsi liar yang dapat merugikan semua pihak.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya diuji melalui pelayanan, tetapi juga melalui sikap, komunikasi, dan keteladanan para pejabatnya. Tanpa transparansi, setiap gestur bisa menjadi tanda tanya besar bagi publik.

Redaksi
Bayu Anggara

Berita Terkait

Musda dan Pelantikan DPD KPPI Sumsel, Hj. Zaitun Ajak Perempuan Perkuat Peran di Dunia Politik
Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba
Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam
BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026
Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum
Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT
Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Musda dan Pelantikan DPD KPPI Sumsel, Hj. Zaitun Ajak Perempuan Perkuat Peran di Dunia Politik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru