Majene, Sulbar — suaramasyarakat.com // Stok bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Kecamatan Tammerodo-Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mulai terbatas. Kondisi tersebut terpantau pada Minggu malam, 6 September 2026.
Media ini kemudian mendatangi langsung SPBU untuk mengetahui kondisi pasokan BBM. Pengawas SPBU, Basri, belum berada di lokasi. Media ini hanya bertemu dengan salah seorang operator SPBU.
Operator tersebut mengatakan, kondisi itu bukan berarti SPBU benar-benar kehabisan BBM. Saat ini, pihak SPBU masih menunggu pengiriman pasokan dari Depot Pertamina Parepare.
“Memang beberapa hari ini terjadi antrean minyak di SPBU kami,” ujarnya.
Menurutnya, pasokan Pertalite subsidi yang diterima SPBU berada di kisaran 20 ton lebih per bulan. Sementara itu, penyaluran setiap harinya sekitar 8 kiloliter (KL).
Namun, jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Tammerodo-Sendana. Tingginya kebutuhan membuat stok yang tersedia cepat habis.
“Masalah kebutuhan minyak memang sangat tidak cukup, apalagi di daerah ini kebutuhan akan minyak tinggi,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi pada BBM jenis solar. SPBU disebut menerima pasokan sekitar 13 ton per bulan, dengan penyaluran harian sekitar 8 KL.
“Untuk solar kami diberikan 13 ton per bulan, per hari sekitar 8 KL. Itu pun juga masih sangat terbatas,” ujarnya.
Meski pasokan terbatas, pelayanan BBM menggunakan jeriken untuk kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian, masih tetap dilakukan.
“Untuk jeriken kami tetap layani untuk kebutuhan masyarakat pertanian dan tidak memiliki hambatan selama ini,” ungkapnya.
Keterbatasan stok tersebut membuat antrean BBM kembali terjadi di SPBU Tammerodo-Sendana.
Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan waktu pengiriman, tetapi juga dengan tingginya kebutuhan masyarakat yang dinilai belum sebanding dengan pasokan yang diterima SPBU.
Pihak SPBU berharap pasokan BBM dapat ditambah sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan antrean panjang tidak terus berulang.*
Yuda






