Palu, Sulteng – suaramasyarakat.com // Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kartini dikeluhkan masyarakat. Berdasarkan pantauan media ini pada Selasa (20/10/2026), antrean kendaraan terlihat memanjang hingga ke luar pagar SPBU.
Salah seorang warga yang ditemui media ini mengaku kecewa terhadap pembatasan pembelian BBM yang dinilainya belum merata. Ia mempertanyakan kebijakan pembatasan pembelian, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.
“Saya minta lima liter saja dibatasi, sedangkan untuk Thunder dan Kawasaki yang sering masuk itu diberikan jatah lebih,” ujarnya kepada media ini.
Ia juga menyebutkan bahwa persoalan tersebut sebelumnya pernah disampaikan melalui usulan pengawasan kepada pihak terkait dan pemerintah. Namun, menurutnya, aspirasi masyarakat belum mendapatkan perhatian yang memadai.
“Bukan masalah jatah yang kurang pada BBM subsidi, tetapi diperdagangkan,” ucapnya.
Lebih lanjut, warga tersebut mengaku beberapa kali berdebat dengan petugas di SPBU Kartini terkait persoalan tersebut. Ia mengatakan pihak SPBU menyebutkan bahwa aktivitas di lokasi dapat dipantau melalui kamera pengawas atau CCTV.
“Namun, CCTV-nya juga belum begitu jelas,” ungkapnya.
Secara terpisah, media ini telah menghubungi pihak SPBU Kartini untuk meminta klarifikasi terkait keluhan masyarakat mengenai pembatasan pembelian BBM dan dugaan perbedaan pemberian jatah kepada kendaraan tertentu.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU belum memberikan tanggapan.
Media ini tetap membuka ruang bagi pihak SPBU Kartini maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi guna memperoleh informasi yang berimbang.*
Yuda






