Parimo, Sulteng – suaramasyarakat.com // Pelayanan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sejauh ini berjalan baik.
Namun, tingginya permintaan masyarakat belum sebanding dengan jumlah pasokan yang diterima dari depot Pertamina.
Hal tersebut disampaikan Aksan, selaku pengawas SPBU Pertamina Ampibabo, saat dikonfirmasi media ini bersama salah satu operator SPBU di Ampibabo, Kamis (5/11/2026).
Aksan menjelaskan, pihak SPBU tetap berupaya memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat. Meski demikian, keterbatasan pasokan menjadi kendala karena jumlah BBM yang diterima belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan di wilayah tersebut.
“Kami meminta sekitar 16 KL, tetapi yang diberikan hanya sekitar 8 KL. Sementara kebutuhan minyak di sini cukup tinggi,” ujarnya kepada media ini.
Terkait penyaluran BBM, ia menegaskan bahwa pihak SPBU tetap menerapkan pembatasan, baik kepada nelayan maupun pengecer, sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan agar penyaluran BBM tetap berjalan sesuai aturan.
“Pembatasan dari pihak kami tetap mengikuti aturan. Namun, yang di luar itu terkadang memberikan pasokan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Selain persoalan jumlah pasokan, Aksan juga menyinggung distribusi BBM dari depot Pertamina. Secara umum, pengiriman dinilai berjalan baik, tetapi keterlambatan pengiriman terkadang masih terjadi. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan stok dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Untuk itu, ia berharap penyaluran BBM bersubsidi ke SPBU Ampibabo dapat lebih diperhatikan, terutama terkait kesesuaian jumlah pasokan dengan kebutuhan serta ketepatan waktu pengiriman.
“Kami berharap penyaluran BBM bersubsidi di Ampibabo berjalan lancar dan baik, sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.*
Yuda






