Rutan Batam Ikuti Kegiatan Penguatan Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan oleh KPK RI Secara Virtual

- Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

Batam,-suaramasyarakat.com..// Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam mengikuti kegiatan Penguatan Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara virtual pada Rabu (16/07).

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembentukan budaya integritas di lingkungan kerja serta sebagai langkah proaktif dalam mencegah terjadinya penyimpangan, khususnya terkait gratifikasi. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Satuan Tugas Program Pengendalian Gratifikasi KPK, Ibu Nensi Natalia, hadir sebagai narasumber utama dan memberikan pemaparan mendalam mengenai urgensi pelaporan gratifikasi serta mekanisme pengendaliannya.

Baca Juga :  GEGER MAYAT BALITA DITEMUKAN DI PANTAI SIGANDU BATANG

Dalam paparannya, Nensi menegaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, setiap Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara memiliki kewajiban hukum untuk melaporkan setiap bentuk penerimaan gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas atau kewajiban yang diemban.

Lebih lanjut dijelaskan, gratifikasi tidak semata-mata berbentuk uang, tetapi juga dapat berupa barang, fasilitas, diskon, pinjaman tanpa bunga, atau keuntungan lainnya yang diterima secara langsung atau tidak langsung.

 

Pelaporan dapat dilakukan melalui sistem pelaporan KPK yang telah disediakan, dengan jaminan perlindungan identitas pelapor.

Baca Juga :  Diduga Lamban Tangani Pengaduan, Kinerja Sie Propam Polres Boyolali Disorot; Bid Propam Polda Jateng Bergerak Cepat

 

Menindaklanjuti hal ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai entitas baru dipandang perlu untuk segera menyusun dan menetapkan kebijakan internal terkait pengendalian gratifikasi.

 

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat sistem pencegahan korupsi secara kelembagaan dan menyesuaikan dengan struktur organisasi serta kewenangan baru yang dimiliki.

Partisipasi aktif Rutan Batam dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk turut membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta menjamin penyelenggaraan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.(Dewi)

Berita Terkait

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Berita Terbaru