SUARAMASYARAKAT.COM//KENDAL 26 desember 2025 – Harapan warga Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal untuk memiliki akses jalan yang mumpuni seketika sirna. Jembatan Sungai Lingen yang sudah dinanti-nanti selama sembilan tahun lamanya, kini kondisinya justru memprihatinkan. Meski baru saja rampung diperbaiki, bangunan penghubung antardusun itu sudah terlihat retak-retak dan ambrol di beberapa bagian.
Dana Jumbo Hasilnya Loyo
Tak main-main, proyek ini menelan biaya yang bikin melotot. Berdasarkan data yang dihimpun, pembangunan jembatan ini menyedot anggaran APBD Kendal 2025 sebesar Rp992.637.000, ditambah suntikan Anggaran Perubahan sebesar Rp200 juta. Total duit rakyat yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp1,1 miliar.
Pengerjaan yang dimulai sejak Oktober 2025 dengan estimasi waktu 90 hari ini awalnya disambut sukacita oleh warga, terutama para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada akses jalan tersebut. Namun, apa daya, proyek yang seharusnya kokoh ini malah tampak “letoy” dan kualitasnya dipertanyakan.
Sembilan Tahun Menanti, Berujung Kecewa
“Kami sudah ajukan perbaikan sejak sembilan tahun lalu. Pas dibangun senang, tapi kalau hasilnya begini ya ngeri juga lewatnya. Baru jadi sudah retak-retak,” keluh salah seorang warga yang kecewa melihat kondisi jembatan yang ambrol sebelum sempat dinikmati lama.
Warga menduga ada yang tidak beres dalam proses pengerjaan atau spesifikasi material yang digunakan. Mengingat jembatan ini adalah urat nadi perekonomian desa, kerusakan ini sangat fatal bagi mobilitas nelayan dan masyarakat antar dusun.
Dinas Terkait Harus Bertindak!
Kini bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten Kendal. Warga mendesak pihak kontraktor untuk segera bertanggung jawab dan melakukan perbaikan ulang sesuai standar. Masyarakat tidak ingin anggaran miliaran rupiah itu menguap begitu saja menjadi “monumen” kegagalan infrastruktur.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih was-was saat melintasi jembatan tersebut, sementara pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi soal ambrolnya jembatan “seumur jagung” itu.
(Tim kajen)

