PROYEK RP1 MILIAR AMBYAR! BARU SEUMUR JAGUNG, JEMBATAN SUNGAI LINGEN KENDAL SUDAH RETAK & AMBROL: WARGA ELUS DADA!

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM//KENDAL 26 desember 2025 – Harapan warga Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal untuk memiliki akses jalan yang mumpuni seketika sirna. Jembatan Sungai Lingen yang sudah dinanti-nanti selama sembilan tahun lamanya, kini kondisinya justru memprihatinkan. Meski baru saja rampung diperbaiki, bangunan penghubung antardusun itu sudah terlihat retak-retak dan ambrol di beberapa bagian.

 

Dana Jumbo Hasilnya Loyo

Tak main-main, proyek ini menelan biaya yang bikin melotot. Berdasarkan data yang dihimpun, pembangunan jembatan ini menyedot anggaran APBD Kendal 2025 sebesar Rp992.637.000, ditambah suntikan Anggaran Perubahan sebesar Rp200 juta. Total duit rakyat yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp1,1 miliar.

Baca Juga :  Dapat Apresiasi...!!!Satintelkam Polres Banggai Temukan Mahasiswi Asal Gorontalo Yang Dilaporkan Hilang

 

Pengerjaan yang dimulai sejak Oktober 2025 dengan estimasi waktu 90 hari ini awalnya disambut sukacita oleh warga, terutama para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada akses jalan tersebut. Namun, apa daya, proyek yang seharusnya kokoh ini malah tampak “letoy” dan kualitasnya dipertanyakan.

 

Sembilan Tahun Menanti, Berujung Kecewa

“Kami sudah ajukan perbaikan sejak sembilan tahun lalu. Pas dibangun senang, tapi kalau hasilnya begini ya ngeri juga lewatnya. Baru jadi sudah retak-retak,” keluh salah seorang warga yang kecewa melihat kondisi jembatan yang ambrol sebelum sempat dinikmati lama.

 

Warga menduga ada yang tidak beres dalam proses pengerjaan atau spesifikasi material yang digunakan. Mengingat jembatan ini adalah urat nadi perekonomian desa, kerusakan ini sangat fatal bagi mobilitas nelayan dan masyarakat antar dusun.

Baca Juga :  Polres Banggai Ungkap Motif Pembunuhan Paman-Ponakan di Lobu

Dinas Terkait Harus Bertindak!

 

Kini bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten Kendal. Warga mendesak pihak kontraktor untuk segera bertanggung jawab dan melakukan perbaikan ulang sesuai standar. Masyarakat tidak ingin anggaran miliaran rupiah itu menguap begitu saja menjadi “monumen” kegagalan infrastruktur.

 

Hingga berita ini diturunkan, warga masih was-was saat melintasi jembatan tersebut, sementara pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi soal ambrolnya jembatan “seumur jagung” itu.

(Tim kajen)

Berita Terkait

Dukung Swasembada Energi, Kapolda Sumsel Perkuat Tata Kelola Sumur Masyarakat
Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata
Infrastruktur Pengairan Morowali Disorot, Proyek 2026 Belum Jalan Meski Usulan Sudah Masuk
Pererat Silaturahmi, Wakil Asisten II Setda Kota Palembang Hadiri Halal Bihalal PWNU Bersama Komisaris BSI
Berlangsung Kondusif, Polres Banggai Beri Pelayanan Eksekusi Pengosongan Lahan di Kilongan Permai
Wabup Morut terima aliansi petani Petasia Timur yang mendesak penyelesaian konflik lahan sawit di areal PT ANA
Serahkan SK Pengangkatan PNS, Plt. Bupati Sukirman Minta Junjung Tinggi Loyalitas kepada Pimpinan dan Lembaga
Personel Polsek Madat dan Warga Kompak Gotong Royong Bersihkan Makam
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 07:27 WIB

Dukung Swasembada Energi, Kapolda Sumsel Perkuat Tata Kelola Sumur Masyarakat

Selasa, 21 April 2026 - 20:06 WIB

Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB

Infrastruktur Pengairan Morowali Disorot, Proyek 2026 Belum Jalan Meski Usulan Sudah Masuk

Selasa, 21 April 2026 - 07:13 WIB

Berlangsung Kondusif, Polres Banggai Beri Pelayanan Eksekusi Pengosongan Lahan di Kilongan Permai

Selasa, 21 April 2026 - 07:08 WIB

Wabup Morut terima aliansi petani Petasia Timur yang mendesak penyelesaian konflik lahan sawit di areal PT ANA

Berita Terbaru