Padang, Koto Tangah – suaramasyarakat.com // Proyek pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) di Tebing Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang menjadi sorotan awak media. Pasalnya, dengan sisa waktu sekitar satu bulan, progres pekerjaan dinilai masih lambat.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi Air Dingin Lubuk Minturun, proyek milik Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) ini memiliki rincian sebagai berikut:
– *Pekerjaan:* Pembuatan Dinding Penahan Tanah (DPT) di Tebing Bumi Perkemahan Kec. Koto Tangah
– *No. Kontrak:* 68/Kont-PSU/APBD/DPERKIM/2026 tanggal 04 Agustus 2026
– *Nilai Kontrak:* Rp 3.055.220.701,00
– *Waktu Pelaksanaan:* 90 Hari Kalender
– *Kontraktor Pelaksana:* CV. Basalingka Bina Jaya
– *Konsultan Pengawas:* CV. Raisya Mutiarakatama Konsultant
Awak media yang melakukan cek lapangan pada Rabu (08/10) menemukan fakta bahwa kontrak 90 hari kalender tersebut sudah berjalan sekitar 60 hari kerja. Saat dikonfirmasi di lapangan, pihak konsultan pengawas menyebutkan progres fisik baru mencapai sekitar *52%*.
Artinya, kontraktor hanya memiliki sisa waktu sekitar 30 hari kalender untuk menyelesaikan 48% sisa pekerjaan.
> “Kita pertanyakan apakah CV. Basalingka Bina Jaya mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja. Waktu tinggal sebulan lagi, tapi pekerjaan hampir separuh lagi belum selesai. Ini DPT tebing, risikonya tinggi kalau tidak selesai sebelum musim hujan,” ujar salah seorang awak media di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perkim Kota Padang dan Kontraktor Pelaksana CV. Basalingka Bina Jaya belum dapat dimintai keterangan resmi terkait strategi percepatan dan kendala di lapangan.
Kondisi ini menjadi perhatian publik, mengingat proyek senilai Rp 3 miliar lebih yang bersumber dari APBD ini vital untuk menahan longsor di kawasan Bumi Perkemahan Air Dingin yang merupakan kawasan wisata dan jalur rawan bencana.
Awak media berharap Dinas Perkim melakukan evaluasi ketat dan pengawasan intensif agar proyek tidak molor dan tidak berujung pada putus kontrak atau kualitas pekerjaan yang asal jadi.*
*Tim joey riky*






