Majene, Sulbar — suaramasyarakat.com // Tingginya angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah hukum Polres Majene, khususnya di wilayah hukum Polsek Sendana, menjadi perhatian.
Kondisi tersebut mendorong kepolisian untuk terus melakukan berbagai upaya pencegahan guna menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Hal tersebut diketahui saat media ini mendatangi Kanit Laka Satlantas Polres Majene, Senin, 7 September 2026.
Bripka Idris saat dikonfirmasi mengatakan, hingga tahun ini tercatat sekitar 11 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Selain itu, terdapat dua orang yang mengalami luka berat.
“Untuk tahun ini saja sampai bulan ini sekitar 11 orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka berat,” ujar Idris kepada media ini.
Menurutnya, kondisi jalur lintas provinsi menjadi salah satu perhatian dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Majene.
Idris menambahkan, meski dirinya masih tergolong baru bertugas di wilayah tersebut, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan oleh kepolisian melalui Unit Kamsel.
Upaya tersebut antara lain melalui program Police Go to School serta kegiatan strong point pada pagi hari di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan kehadiran petugas.
“Karena saya masih baru di sini, upaya-upaya sering dilakukan melalui Unit Kamsel untuk penurunan jumlah lakalantas di wilayah hukum Polres Majene,” katanya.
“Seperti program Police Go to School dan kegiatan strong point pada pagi hari,” sambungnya.
Dengan masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas, masyarakat diimbau untuk lebih disiplin dalam berkendara dan mematuhi seluruh aturan lalu lintas.
Kepatuhan terhadap rambu-rambu, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta kehati-hatian saat melintas di jalur utama dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.*
Yuda






