Ketua Umum PK NTT : Konflik Setoko, Bukan Perang Antar Suku.

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, Kepri – suaramasyarakat.com // Peristiwa sengketa lahan di wilayah Setoko, Barelang yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan beberapa lainnya terluka, bukan perang antar suku.

Kejadian ini, murni bentrok antar kelompok, dalam mengkalim kepemilikan lahan dan ganti rugi terhadap lahan tersebut.

Ketua Umum PK NTT Kota Batam, Mohammad Agung Teibang, menegaskan bahwa bentrok yang terjadi, bukan antar suku. Tetapi, murni dari dua kelompok yang berbeda.

Kedua kelompok yang bentrok adalah, dari Lang Laut, sebagai penerima kuasa dari perusahaan yang menguasai lokasi tersebut dan dari kelompok yang mengaku sebagai penggarap kebun yang belum menerima ganti rugi.

“Saya menegaskan bahwa, bentrok ini bukan terjadi antar suku melayu dan flores. Ini murni dua kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda terhadap lahan di Setoko”, ujar Agung.

Agung Teibang juga mengucapkan belasungkawa dan keprihatinan serta duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Giat POLDIK, Kapolsek Ranto Peureulak Jadi Pembina Upacara di SMPN 1 Ranto Peureulak

Pada saat yang sama, Agung Teibang juga mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar NTT di Kota Batam, agar tidak terpancing dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar NTT di Kota Batam, mari kita sama-sama menahan diri. Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial sebelum ada kepastian dari pihak yang berwenang,” ujarnya.

*Percayakan kepada Kepolisian*

Saat memberikan keterangan pers, Agung Teibang, juga mengapresiasi kerja polisi yang langsung menangkap, salah satu pelaku, yakni pimpinan Lang Laut, Suherman.

“Saya sangat mengapresiasi, gerak cepat kepolisian, yang berhasil menangkap pimpinan, Lang Laut, Suherman, sehingga bisa meredahkan emosi dari kwluarga korban”, ujar Agung.

“Kita percayakan kepada pihak kepolisian. Kami yakin aparat mampu mengungkap siapa pelakunya, apa perannya masing-masing, dan bagaimana sebenarnya kronologi kejadian ini. Yang penting prosesnya harus objektif, profesional dan adil,” kata Moh Agung.

Baca Juga :  Kapolda Maluku Silaturahmi ke MUI: Sepakat Perkuat Kolaborasi Cegah Konflik Sosial dan Agama

Ia juga meminta agar pengungkapan kasus tidak berhenti hanya pada penangkapan pelaku di lapangan.

Menurutnya, apabila benar bentrokan tersebut dipicu oleh persoalan sengketa atau klaim kepemilikan lahan, maka akar persoalannya juga harus dibongkar dan diselesaikan secara hukum.

“Jangan hanya berhenti pada siapa yang melakukan bentrokan. Akar persoalannya juga harus dibongkar. Kalau memang ada persoalan sengketa lahan, kita ingin tahu bagaimana sejarah dan status lahan tersebut, siapa yang memiliki dasar hukum, dan mengapa persoalan itu bisa berkembang sampai terjadi bentrokan dan menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Kperi, Irjen Pol Asep Syafrudin menghimbau masyarakat Batam, untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan menjalankan aktivitas seperti biasa (normal).

“Saya menghimbau kepada masyarakat Batam, untuk tetap melakukan aktivitas normal seperti biasa. Jangan terprovokasi dan terpancing untuk ikut menambah suasana menjadi tidak kondusif” tegas Asep.*

Dewi

Berita Terkait

Wakapolda Sumsel Pimpin Monev Personel Polri yang Bertugas di Luar Struktur, Perkuat Pengawasan dan Pembinaan
Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Timur Gencar Sosialisasikan Kepada Pengguna Jalan
Kasat Lantas Polres Buol Sebut Operasi Patuh Tinombala Berjalan, Arahkan Media ke Humas
Polres Buol Gencarkan Imbauan Karhutla dan Operasi Patuh Tinombala 2026
Hari Kedua Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Aceh Timur Tegur 28 Pengendara
Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Timur Edukasi Pelajar
Kapolres Aceh Timur Pimpin Strong Point, Perkuat Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat
Kebakaran Lahan di Lalulalang, Warga dan Polisi Lakukan Penanganan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Wakapolda Sumsel Pimpin Monev Personel Polri yang Bertugas di Luar Struktur, Perkuat Pengawasan dan Pembinaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Timur Gencar Sosialisasikan Kepada Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Kasat Lantas Polres Buol Sebut Operasi Patuh Tinombala Berjalan, Arahkan Media ke Humas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Polres Buol Gencarkan Imbauan Karhutla dan Operasi Patuh Tinombala 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Hari Kedua Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Aceh Timur Tegur 28 Pengendara

Berita Terbaru