Harga Elpiji di Pengecer Bumi Raya Capai Rp55 Ribu, Polsek Pastikan Pengawasan Pangkalan

- Redaksi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mori wali, Sulteng — suaramasyarakat.com // Harga gas elpiji di tingkat pengecer di wilayah Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, disebut mencapai Rp55 ribu per tabung. Kondisi tersebut terpantau saat media ini melakukan pemantauan di wilayah hukum Polsek Bumi Raya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Saat dikonfirmasi di Polsek Bumi Raya, Kapolsek diketahui sedang mengikuti kegiatan asistensi di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Media ini kemudian menemui Kasi Sium Polsek Bumi Raya untuk meminta keterangan terkait kondisi harga elpiji dan situasi kamtibmas di wilayah tersebut.

Kasi Sium menjelaskan, tingginya harga elpiji di tingkat pengecer salah satunya disebabkan pengecer memperoleh pasokan dari daerah lain sehingga harga jual kepada masyarakat menjadi lebih tinggi.

“Untuk harga elpiji tinggi karena pengecer belinya di kota lain hingga sampai Rp55.000, melebihi jauh dari harga HET di pangkalan,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada aturan yang menjadi dasar untuk melakukan penindakan terhadap pengecer terkait kondisi tersebut. Namun, pihak kepolisian tetap melakukan pengawasan terhadap pangkalan agar harga jual sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Festival Pesisiran Cirebon Sukses Berkat Dukungan Seluruh Pihak

“Aturan belum ada penindakan di situ, namun pengawasan pangkalan tetap, harganya normal,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Bumi Raya hingga saat ini masih kondusif. Hal tersebut didukung dengan kegiatan patroli yang dilakukan secara rutin, baik siang maupun malam hari.

“Patroli rutin itu mengantisipasi adanya gangguan keamanan wilayah hukum Polsek Bumi Raya,” ucapnya.

Terkait kasus yang menonjol, ia menyebut belum terdapat kasus yang menjadi perhatian khusus di wilayah tersebut. Untuk perkara narkoba, penanganan selanjutnya dilakukan oleh Polres Morowali setelah proses awal di tingkat Polsek.

“Kasus narkoba semuanya sudah dilimpahkan ke Polres, tinggal Polres bagaimana mencegah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Posyandu Desa Pulo Ara Gedong Teungoh Wakili Kota Juang Ikut Lomba di Tingkat Kabupaten Bireuen

“Dengan sosialisasi pencegahan sudah kami lakukan di setiap sekolah,” katanya.

Menurutnya, Polsek Bumi Raya saat ini lebih berperan dalam melakukan tindakan awal apabila ditemukan dugaan tindak pidana narkoba, sementara penanganan lebih lanjut dilimpahkan ke tingkat Polres.

Selain persoalan narkoba, pihak kepolisian juga menyoroti penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau yang kerap disebut knalpot boger. Menurutnya, penggunaan knalpot tersebut masih cukup banyak ditemukan di wilayah Bumi Raya yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian.

Imbauan terkait penggunaan knalpot boger serta kewajiban menggunakan helm, kata dia, sudah sering disampaikan kepada masyarakat. Namun, masih terdapat warga yang mengabaikan imbauan tersebut.

Pihak Polsek Bumi Raya berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan menaati aturan hukum yang berlaku demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.*

Yuda

Berita Terkait

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Berita Terbaru