Graduation SD Islam Al Hasanah 2025 Dibalut Adat Padang, Wali Murid Pertanyakan Keberagaman*

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tangerang,-suaramasyarakat.com.//
14 Juni 2025 – Acara graduation SD Islam Al Hasanah Angkatan XXXI Tahun 2025 di gedung puribeta hall, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, memunculkan polemik di kalangan wali murid. SD yang berada di wilayah dikenal sebagai Tanah Betawi ini justru menggelar acara dengan nuansa yang kental adat Minangkabau, memunculkan tanda tanya besar. Sabtu, (14/06/2025).

Dimulai dari undangan berlogo khas Padang, hingga pelaksanaan acara yang sepenuhnya menggunakan bahasa dan adat Minang, seperti pembawa acara yang berbicara dalam dialek Padang. Bahkan, dekorasi dan suasana keseluruhan menyerupai tradisi adat Minang. Hal ini membuat sejumlah orang tua mempertanyakan relevansi budaya tersebut dengan keberagaman latar belakang siswa yang menuntut ilmu di SD Islam Al Hasanah.

Baca Juga :  Pemprov Sulteng Himbau Masyarakat Nikmati Promo Program Ringan Pajak Ranmor

Salah satu wali murid yang tidak mau disebut nama mengungkapkan kebingungannya. “Anak-anak yang sekolah di sini kan berasal dari berbagai suku. Ada Betawi, Sunda, Jawa, bahkan beberapa dari Sumatera selain Padang. Kenapa seolah-olah budaya lain tidak terlihat di acara ini?” ungkapnya.

Ketika ditelusuri, pihak sekolah belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pemilihan tema adat Padang untuk acara tersebut. Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa keputusan ini diambil oleh panitia acara yang mungkin memiliki afiliasi budaya dengan adat Minang.

Baca Juga :  *Aksi Demo AMBARA di PTUN Medan, Tuntut Agar Hakim Pengadilan Bijak Dalam Mengambil Putusan*

Namun, bagi beberapa pihak, keputusan ini dinilai kurang sensitif terhadap nilai keberagaman yang seharusnya dijunjung oleh sebuah lembaga pendidikan.

“Semestinya, acara sekolah mencerminkan keberagaman budaya dari seluruh siswa, bukan dominasi satu budaya saja,” kata salah seorang tokoh masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, para wali murid berharap pihak sekolah memberikan klarifikasi dan pertimbangan lebih baik di masa depan. Momen seperti graduation, menurut mereka, seharusnya menjadi ajang merayakan kebersamaan dan keberagaman, bukan justru memunculkan perbedaan. (Tim)

Editor : Marthin

Berita Terkait

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Tambang Emas di Hutan Lindung Paleleh Barat Diduga Ilegal, Pemkab Buol Sebut Sudah Dibahas
Lapas Leok Maksimalkan Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan Warga Binaan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek

Berita Terbaru