Dugaan Penyiksaan Tahanan Perempuan Di Rutan Kelas II B Kebumen, Wajah Pemasyarakatan Kembali Tercoreng

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebumen — Dunia pemasyarakatan kembali diguncang. Seorang tahanan berinisial D mengaku menjadi korban dugaan penyiksaan oleh oknum petugas Rutan Kelas II B Kebumen berinisial DW. Peristiwa ini bukan hanya melukai tubuh korban, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Kasus ini terungkap setelah korban menyampaikan keluhan kepada keluarganya saat jadwal persidangan. D mengaku mengalami kekerasan fisik yang mengakibatkan luka lebam dan memar di sejumlah bagian tubuh, di antaranya kaki, tangan, dan pipi. Dugaan kekerasan tersebut terjadi saat korban berada sepenuhnya dalam penguasaan negara.

Kabar tersebut menghantam psikologis keluarga korban. Suparmi, ibu kandung D, tak kuasa menahan tangis ketika ditemui awak media suaramasyarakat.com. Ia mengaku terpukul dan hancur mengetahui anaknya, yang tengah menjalani proses hukum, justru diduga diperlakukan secara tidak manusiawi oleh aparat rutan.

Baca Juga :  Setelah penantian panjang selama tiga dekade, Vihara Karuna Dipa akhirnya diresmikan pada Minggu, 16 November 2025.

“Anak saya sudah ditahan negara, kenapa masih harus dipukuli? Kami sebagai orang tua sangat terpukul,” ujar Suparmi dengan suara bergetar.

Tim investigasi Suara Masyarakat saat ini terus menelusuri fakta-fakta di balik dugaan penganiayaan tersebut, termasuk motif serta kronologi kejadian. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rutan Kelas II B Kebumen belum memberikan keterangan resmi maupun bantahan atas tudingan tersebut.

Indikasi Pelanggaran Berat

Apabila dugaan ini terbukti, tindakan oknum petugas rutan tersebut diduga kuat melanggar:
• Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan
• Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengamanan Rutan
• Prinsip Hak Asasi Manusia, khususnya larangan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan

Tahanan bukan objek kekerasan. Negara memiliki kewajiban mutlak menjamin keselamatan fisik dan psikis setiap warga binaan tanpa kecuali.

Baca Juga :  Api Membara di Puncak Gunung Jononunu, Akses Buntu Bikin Pemadaman Lumpuh

Kementerian Wajib Turun Tangan

Kasus ini mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan transparan. Pembiaran terhadap dugaan kekerasan hanya akan memperkuat stigma buruk dan menumbuhkan budaya impunitas di lingkungan pemasyarakatan.

Publik menuntut ketegasan, bukan sekadar klarifikasi normatif. Jika terbukti, sanksi pidana dan administratif harus dijatuhkan tanpa kompromi.

Menanti Penjelasan Resmi

Media ini membuka ruang hak jawab bagi pihak Rutan Kelas II B Kebumen dan instansi terkait guna memberikan klarifikasi demi keseimbangan pemberitaan.

Kasus ini menjadi alarm keras: lembaga pemasyarakatan bukan tempat penyiksaan, melainkan pembinaan. Ketika kekuasaan disalahgunakan, keadilan tidak boleh diam.
Red – Bayu anggara

Berita Terkait

Musda dan Pelantikan DPD KPPI Sumsel, Hj. Zaitun Ajak Perempuan Perkuat Peran di Dunia Politik
Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba
Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam
BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026
Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum
Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT
Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Musda dan Pelantikan DPD KPPI Sumsel, Hj. Zaitun Ajak Perempuan Perkuat Peran di Dunia Politik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru