Diduga Ada Monopoli Pengadaan Sampul Raport dan Ijazah di Kabupaten Pekalongan, Sekolah Disebut Tak Bebas Pilih Vendor

- Redaksi

Jumat, 15 Mei 2026 - 03:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo Ilustrasi

 

Pekalongan, Jateng – SuaraMasyarakat.com // Aroma dugaan monopoli dalam pengadaan sampul raport dan ijazah di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Pekalongan mencuat.

Sejumlah sekolah disebut tidak berani memesan dari rekanan lain karena diduga telah diarahkan untuk membeli melalui penyedia tertentu dikaitkan dengan instruksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan.

Dugaan tersebut mencuat setelah salah seorang pengusaha percetakan, yang dalam pemberitaan ini disebut dengan nama samaran Zaky, mengaku mengalami penolakan saat menawarkan jasa pembuatan sampul raport dan ijazah ke beberapa sekolah dasar.

Menurut Zaky, sekolah-sekolah yang ia datangi menolak tawarannya dengan alasan sudah ada arahan untuk memesan sampul melalui penyedia tertentu melalui aplikasi SIPLah atau Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah.

“Semua sekolah, terutama SD yang saya tawari, menolak dengan alasan sudah ada instruksi dari dinas pendidikan. Katanya semua sekolah harus memesan sampul melalui penyedia yang sudah ditunjuk dan melalui aplikasi SIPLah,” ujar Zaky kepada awak media.

Zaky juga mengungkapkan adanya dugaan selisih harga dalam pengadaan tersebut. Ia menyebut biasanya menawarkan sampul raport dan ijazah kepada sekolah dengan harga sekitar Rp20.000, namun menurut keterangannya, harga yang dibebankan kepada peserta didik bisa mencapai Rp40.000.

“Saya biasanya menjual kepada sekolah sebesar dua puluh ribu rupiah, tapi pihak sekolah menjual kepada peserta didiknya menjadi empat puluh ribu rupiah,” paparnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media mencoba mengonfirmasi, Rabu (6/5) kepada salah seorang guru kelas di Kecamatan Wonokerto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai bendahara sekolah. Namun, yang bersangkutan mengaku tidak lagi menangani urusan tersebut.

Baca Juga :  Akibat Digigit Ular, Bocah Di Pekalongan Alami Koma Lebih Dari Sepekan

“Maaf, Mas, saya saat ini sudah tidak menjabat sebagai bendahara sekolah. Kalau masalah pemesanan sampul raport dan ijazah, saya hanya menuruti perintah dari atasan, dalam hal ini kepala sekolah. Jadi sebaiknya langsung konfirmasi kepada kepala sekolah saja,” jelasnya.

Awak media kemudian mencoba menghubungi Kepala SDN Pesanggrahan , Suwanto, melalui sambungan telepon. Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Wonokerto , Cayoto, S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Suwanto tidak masuk sekolah karena sakit. Ia juga menyebut seharusnya pada hari tersebut ada rapat di kantor Dinas Pendidikan, namun Suwanto tidak dapat hadir.

Terkait dugaan monopoli pengadaan sampul raport dan ijazah, Cayoto secara tersirat membenarkan bahwa pada tahun sebelumnya sekolah tidak sepenuhnya bebas memilih vendor.

“Memang tahun sebelumnya kami tidak bebas memilih vendor untuk pengadaan buku dan sampul raport. Dan untuk tahun ini nanti kami belum tahu,” ungkapnya.

Di sisi lain, salah satu staf Bagian Dapodik dan BOS, Suswantanto, yang disebut-sebut diduga melakukan “penggiringan” sejumlah sekolah untuk memilih vendor tertentu, membantah tudingan tersebut.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya,Kamis (7/5) Suswantanto menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan sosialisasi atau mengarahkan sekolah untuk memilih penyedia tertentu, baik dalam pengadaan buku maupun sampul raport.

Baca Juga :  Modal Kecil Untung Besar: Warga Tanjung Lago Antusias Ikuti Penyuluhan Usaha Kemplang

“Saya tidak pernah mengemukakan atau sosialisasi penyedia tertentu, baik dalam pengadaan buku apalagi sampul raport. Kapan saya melakukan sosialisasi tentang hal itu?” tegas Suswantanto.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak tahun 2025 dirinya sudah tidak aktif muncul dalam forum-forum terkait BOS sebagaimana sebelumnya.

“Tahun 2025 saya sudah vakum, tidak pernah muncul sama sekali, apalagi tahun 2026 ini. Bisa dicek kepada para kepala sekolah maupun operator sekolah,” terangnya

Suswantanto menambahkan bahwa dalam tim BOS terdapat beberapa orang, namun namanya masih kerap disebut di luar bersama nama salah satu staf lain karena selama ini dianggap menangani urusan BOS.

“Padahal tim BOS itu ada sembilan orang, tapi yang muncul di luar nama saya dan Mas Teguh. Kebetulan kami yang menangani BOS dan yang menyampaikan apa pun di forum kan pejabat sejak tahun 2025. Kenapa nama saya masih muncul di luar? Makanya saya sudah tidak mau mengurusi BOS, dan ini sudah saya sampaikan kepada kepala dinas,” imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan monopoli pengadaan sampul raport dan ijazah tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut, termasuk klarifikasi resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan

Kasus ini menjadi sorotan karena pengadaan barang di lingkungan sekolah semestinya dilakukan secara transparan, akuntabel, dan memberikan ruang persaingan yang sehat bagi para penyedia. Terlebih, apabila biaya pengadaan tersebut pada akhirnya dibebankan kepada peserta didik atau wali murid.

Reporter : Dhodi

Berita Terkait

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Tambang Emas di Hutan Lindung Paleleh Barat Diduga Ilegal, Pemkab Buol Sebut Sudah Dibahas
Lapas Leok Maksimalkan Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan Warga Binaan
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek

Berita Terbaru