BUJANG DI PEKALONGAN MENGAKU TERTEKAN, DI KEJAR JANDA BERANAK DUA

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

PEKALONGAN.-suaramasyarakat.com// Entah memakai jimat apa, seorang pria berstatus bujang di Pekalongan berinisial M-A (23 tahun) warga kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, dikejar-kejar seorang wanita berinisial S berstatus janda anak 2.

 

M-A mengaku tertekan, hingga dia diantar ibunya, mendatangi LBH Adhyaksa untuk meminta perlindungan hukum pada Selasa (15/7) siang.

 

Cerita bermula dari perkenalan mereka di media sosial sekitar 2 bulan lalu. Mereka akhirnya janjian untuk bertemu di wilayah Tangkil Kedungwuni, dilanjutkan jalan-jalan ke Kajen untuk membangun cemistri.

 

Hubungan keduanya akhirnya berlanjut, hingga benih cinta tumbuh di antara mereka, hingga berulangkali keduanya melakukan ihik-ihik selama dua bulan terakhir.

Baca Juga :  Bangun Kemandirian , Rutan Batam dan BNN Kepri Hadirkan Pelatihan Budikdamber

 

“Sering begituan di kamar kost, karena si wanita yang mengajak”, kata M-A polos.

 

Naas, perjalanan cinta mereka yang terpaut usia ini tak semulus yang dibayangkan. Perselisihan mulai muncul, ketika foto kemesraan mereka yang di jadikan wallpaper hape, di hapus oleh M-A.

 

“Saya mulai menyangsikan perasaan cintanya kepada saya, karena ada beberapa chatingan laki-laki yang juga dibalasnya, hingga saya memutuskan untuk menjauh darinya”, imbuh pria yang berprofesi sebagai penjahit daster ini.

Baca Juga :  Peredaran Narkoba di Sulawesi Tengah Jadi Sorotan, Pencegahan di Kalangan Remaja Perlu Diperkuat

 

Permasalahan bertambah, ketika S diantar seorang pria yang mengaku sebagai pamannya, melabrak dan mengancam akan memenjarakan M-A jika tidak mau menikahinya.

 

“Beberapa hari lalu, Dia (S) bersama pakdhenya yang katanya polisi, mendatangi rumah kami, dan mengancam akan menuntut saya, jika hubungan ini bubar dan tidak mau menikahinya”, imbuhnya.

 

Didik Pramono dari LBH Adhyaksa yang mendapat surat kuasa menyebutkan, pihaknya akan mengambil langkah-langkah untuk mendampingi M-A secara hukum yang berlaku.

 

“Kami akan mendampingi M-A, jika ada upaya hukum yang mereka lakukan”, pungkasnya.

Berita Terkait

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Tambang Emas di Hutan Lindung Paleleh Barat Diduga Ilegal, Pemkab Buol Sebut Sudah Dibahas
Lapas Leok Maksimalkan Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan Warga Binaan
Wali Kota Langsa Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Teguhkan Semangat Patriotisme dan Persatuan
Penyaluran BBM APMS Lakukan Tolitoli Dibatasi, Kebutuhan Masyarakat Disebut Tinggi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Tambang Emas di Hutan Lindung Paleleh Barat Diduga Ilegal, Pemkab Buol Sebut Sudah Dibahas

Berita Terbaru