SUARAMASYARAKAT.COM///Poso, 12 April 2026 — Aktivitas penerbangan di Bandara Kasiguncu hingga saat ini belum berjalan optimal akibat belum adanya maskapai yang beroperasi secara aktif.
Kepala Bandara Kasiguncu, Darsono, saat ditemui di rumah jabatan pada Minggu (12/4/2026), menjelaskan bahwa kendala utama terletak pada keterbatasan subsidi dari pemerintah.
Menurutnya, pihak bandara sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan maskapai. Namun, realisasi tersebut sangat bergantung pada dukungan subsidi serta koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Upaya sudah ada, hanya terkendala masalah subsidi. Kami bisa mendatangkan maskapai, tetapi bagaimana upaya pemerintah daerah dalam mendukung hal tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Darsono menambahkan bahwa fasilitas terminal bandara tetap difungsikan. Ia juga menyebutkan bahwa rute penerbangan Poso–Palu dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit, dengan biaya yang relatif terjangkau, yakni di bawah Rp200 ribu, sehingga tidak jauh berbeda dengan biaya transportasi darat.
Ke depan, pihak bandara berharap Bandara Kasiguncu dapat berkembang dan beroperasi secara maksimal, sejajar dengan Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie dalam hal pelayanan dan aktivitas penerbangan.
Upaya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait diharapkan mampu mempercepat hadirnya maskapai serta meningkatkan konektivitas udara di wilayah Kabupaten Poso.

