Anak Ini Derita Tumor, Ayahnya Menghilang, Ibunya Bertahan Sendiri

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SEMARANG.-suaramasyarakat.com.// Tangis seorang ibu muda pecah di lorong rumah sakit, Sabtu (14/6) malam itu. Di atas ranjang ruang Unit Gawat Darurat, tubuh mungil anaknya terbaring lemah, menggigil karena demam tinggi yang tak kunjung reda.

Bayi yang bahkan belum genap berusia satu tahun itu kembali harus berjuang melawan rasa sakit, didampingi sang ibu yang tak pernah lelah berjuang seorang diri.

Namanya Anggreini. Di balik raut wajah lelahnya, tersimpan kekuatan luar biasa seorang ibu. Ia tak pernah menyerah, meski beban hidup seolah bertumpuk.

Setiap tetes keringatnya ditukar demi satu hal kesembuhan anaknya. Di tengah keterbatasan, ia tetap teguh berdiri, walau sosok ayah dari anak itu memilih menghilang tanpa jejak.

Dalam foto yang beredar, terlihat seorang dokter wanita dengan mengenakan hijab dan masker sedang memeriksa sang bayi, dibantu oleh seorang perawat.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Tamiang Dapat 50 Ribu Mushaf Al-Qur'an dari MBA Diterima Plt. Sekda

Bayi tersebut tampak mengenakan baju merah dan hanya memakai popok, dengan tubuh kecilnya yang lemah berbaring di atas ranjang pemeriksaan.

Tidak ada pelukan pria di sampingnya, tidak ada pundak untuk bersandar. Hanya sepasang tangan rapuh yang terus menggenggam harapan.

“Saya hanya ingin anak saya diakui,” ujar Anggreini lirih. Suaranya gemetar menahan tangis.

Anggreini, telah melaporkan kasus ini ke sejumlah instansi terkait, termasuk ke Polda Jateng. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak yang diduga sebagai ayah dari anak tersebut untuk bertanggung jawab.

Setiap hari, Anggreini harus memilih antara membeli obat untuk anaknya atau makan untuk dirinya sendiri. Tak jarang ia menahan lapar demi memastikan anaknya tetap dirawat dengan layak. Dalam kesendirian itu, tak ada tempat mengadu selain Tuhan dan secercah harapan pada keadilan.

“Kondisinya butuh penanganan cepat, dokter bilang bisa jadi tumor. Tapi saya tidak punya cukup uang. Rasanya hati ini hancur setiap kali melihat dia kesakitan,” tuturnya sambil menatap nanar ke arah anaknya yang tertidur lemah.

Baca Juga :  Kapolres Pidie Jaya Tinjau Dapur MBG di Trienggadeng Pastikan Kelayakan dan Kebersihan

“Semalam suhu pasien sudah mencapai 37,5°C. Menurut keterangan dari dr. Dana, kondisi ini sudah perlu didiskusikan lebih lanjut dengan dokter bedah untuk dilakukan pemeriksaan USG atau CT scan.” Tutur Anggreini

Dalam air mata dan doa yang tak pernah putus, Anggreini terus berjuang. Ia bukan hanya meminta keadilan untuk dirinya, tapi untuk masa depan anak yang tak pernah memilih dilahirkan dalam kondisi penuh luka dan ketidakpastian.

“Saya berharap negara hadir dalam kasus ini. Anak saya berhak hidup layak dan sehat. Saya tidak minta lebih, hanya tanggung jawab dan keadilan,” tutur Anggreini, yang sehari-hari harus mencari nafkah sambil merawat anaknya yang sakit.

(*)

Berita Terkait

163 KK Warga Lubuk Sidup Terima Huntara Diserahkan Wabup Aceh Tamiang
Pemkab Aceh Tamiang Dapat 50 Ribu Mushaf Al-Qur’an dari MBA Diterima Plt. Sekda
Bupati Aceh Utara Normalisasi Saluran Air Sawah Pasca Banjir, Masyarakat Ucap Terimakasih
HUT ke 24 Aceh Tamiang Dirangkai dengan Gelar Dzikir Akbar ASN
Bupati Armia Fahmi: Jangan Ada Lagi Rumah Warga Korban Bencana Luput Dari Pendataan
Tinjau dan Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana, Ketua Fadlon Dampingi Bupati Armia Fahmi
Akses Jalur Lintas Bireuen – Takengon di Wih Porak PRG Kembali Lumpuh, Ini Sebabnya
Bupati Armia Fahmi Terima Kunjungan IDH dan Delegasi Belanda, Bahas Ini
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 00:54 WIB

163 KK Warga Lubuk Sidup Terima Huntara Diserahkan Wabup Aceh Tamiang

Sabtu, 18 April 2026 - 00:22 WIB

Pemkab Aceh Tamiang Dapat 50 Ribu Mushaf Al-Qur’an dari MBA Diterima Plt. Sekda

Jumat, 10 April 2026 - 12:15 WIB

Bupati Aceh Utara Normalisasi Saluran Air Sawah Pasca Banjir, Masyarakat Ucap Terimakasih

Jumat, 10 April 2026 - 11:59 WIB

HUT ke 24 Aceh Tamiang Dirangkai dengan Gelar Dzikir Akbar ASN

Rabu, 8 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati Armia Fahmi: Jangan Ada Lagi Rumah Warga Korban Bencana Luput Dari Pendataan

Berita Terbaru