Investigasi Tim Screet Mission Bagian (2) Masyarakat Beutong: Boleh Tutup Tambang asalkan Kasih Makan 20.000 Rakyat Nagan Raya

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025 - 01:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya, Aceh – SuaraMasyarakat.com // Bincang-bincang dan wawancara bersama masyarakat Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Aceh terkait aktivitas Tambang Emas belum kantongi izin dikerjakan oleh rakyat, Rabu, 17 September 2025.

Menurut mereka, tambang emas mereka geluti selama ini adalah lahan mata pencaharian rutin masyarakat Nagan Raya disebagian kecamatan dalam kabupaten berjuluk Bumi Seribu Rameune itu secara berkelanjutan sudah belasan tahun lamanya.

“Kami meminta kepada pemerintah agar tidak menutup atau memberhentikan aktivitas tambang emas di Nagan Raya karena secara pencemaran kami tidak menggunakan Mercury ataupun jenis Sianida, kalau untuk bekas galian kami siap tutup kembali lubang bekas eksplorasi untuk memelihara lingkungan dan alam,” kata salah seorang warga Desa Meunasah Teungeh.

Menurutnya, dengan adanya dioperasikan tambang emas di Nagan Raya, perekonomian masyarakat berada pada angka stabil dan merata tumbuh diberbagai sektor, seperti pedagang juga dapat merasakan dampaknya, “Kalau ada orang kerja tambang dan masyarakat ikut mendulang, pedagang lancar terjual dagangannya,” sebutnya.

Baca Juga :  Lantik 122 Pejabat, Wali Kota Langsa Tegaskan Ini Menuju "Langsa Juara"

Menurut Teh, akrab disapa Danyon, salah seorang Tokoh Masyarakat Beutong memberikan pandangannya, masyarakat sangat merasa keberatan jika tambang emas rakyat di Nagan Raya, khususnya di Beutong ditiadakan alias ditutup, karena sumber mata pencaharian rutin dari hasil tambang tersebut.

“Jika memang menurut pemerintah harus sesuai pelaksanaannya diatur Undang-undang terkait, mohon bantu masyarakat dengan membimbing mereka untuk mendapatkan perizinan sesuai aturan berlaku,” jelas Danyon kepada awak media.

Warga lainnya tidak sebut namanya menyampaikan, dibeberapa kecamatan dalam wilayah Nagan Raya terdapat 20-an ribu rakyat yang harus bertahan hidup serta keberlangsungan tatanan kehidupan dengan bergantung dari aktivitas tambang emas fondasi ekonominya,” ungkapnya.

“Bila pemerintah bersikap secara satu sisi saja secara pemerintahan, menutup atau memberhentikan aktivitas tambang emas di daerah kami ini, ganti mata pencaharian atau lapangan kerja bagi 20 ribu rakyat Nagan Raya selama ini hidup dari hasil tambang emas tersebut,” terangnya.

Baca Juga :  Pelayanan SIM Satlantas Polres Pinrang Tetap Optimal Meski Sarpas Terlihat Sepi

Ia mengajak semua pihak di Aceh umumnya, Nagan Raya khususnya untuk mengelola kekayaan alam yang ada dibumi Aceh ini secara baik, terstruktur, dan tertib demi kemajuan daerah ini sehingga masyarakat pun akan hidup makmur.

Dimintai pendapatnya, Ketua DPW Rampas Setia 08 Berdaulat Provinsi Aceh, Syarifuddin mengatakan, persoalan tambang emas di Aceh sebenarnya sudah lama dibicarakan dengan berbagai substansi sudut pandang masing-masing pihak, baik terkesan memiliki kepentingan atau pun memiliki kajian aspek alamiah maupun Sosio ekonomi.

“Kepentingan utama yang harus kita kedepankan hasil bumi dapat diberdayakan guna memakmurkan rakyat serta hak negara selaku pemilik kebijakan dan tata kelola untuk kepentingan bersama secara rill,” kata Syarifuddin.

Lebih lanjut, “Mari kita pikirkan bersama dari berbagai aspek untuk kepentingan masyarakat dan aturan negara tidak terlanggar, disamping diharapkan kepada pemerintah untuk memberikan keringanan dan kemudahan kepada masyarakat untuk taat aturan dan hukum.*

Reporter : SurPa

Berita Terkait

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter
Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Berita Terbaru