Aksi Damai Puluhan Ribu Masyarakat Pati, Berubah Anarkis

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

Pati.-suaramasyarakat.com.// Jawa Tengah, 13 Agustus 2025 – Puluhan ribu masyarakat Kabupaten Pati melakukan demonstrasi besar-besaran di jantung kota, tepatnya di Alun-Alun depan Kantor Kabupaten Pati. Aksi ini awalnya bertujuan untuk menurunkan pajak PBB P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan), namun meski sudah diumumkan bahwa pajak dikembalikan ke semula dan aturan sekolah sudah kembali normal, para koordinator pendemo tetap menuntut Bupati Pati Sudewo, untuk mundur dari jabatannya.

 

Demonstrasi ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai penjuru kota Kabupaten Pati, yang saling berorasi menyampaikan pendapat dan menuntut Bupati Pati untuk berani keluar menemui mereka. Massa aksi yang begitu banyak membuat situasi menjadi tidak terkendali.

Baca Juga :  Wabup Aceh Tamiang Buka Konferensi PGRI ke-23 dan Sampaikan Ini

 

Pukul 10.50 WIB, kericuhan tidak lagi bisa dihindari. Berawal dari aksi lempar air mineral di depan pintu sebelah timur Kantor Kabupaten Pati, massa yang mulai tidak bisa terkendali membuat satuan pengamanan mengambil tindakan tegas. Mereka menggunakan water canon dan menembakkan gas air mata untuk menghalau massa demo yang mulai anarkis.

 

Aksi yang semula damai ini berubah menjadi anarkis dan merusak sejumlah fasilitas. Kaca gedung DPRD Pati pecah, 1 unit mobil terbakar, dan beberapa taman rusak. Situasi menjadi sangat tidak terkendali dan membuat keadaan tidak nyaman.

Baca Juga :  Halaqah Ulama Dayah 2026 Perkuat Sinergi Ulama dan Umara Wujudkan 22 Program Unggulan Kota Langsa

 

Masyarakat Kabupaten Pati berharap agar demonstrasi ini dapat berjalan dengan damai dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Mereka juga berharap agar pemerintah dapat mendengarkan aspirasi masyarakat dan menyelesaikan masalah yang ada.

 

Demonstrasi ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Pati tidak puas dengan kebijakan pemerintah dan menuntut perubahan. Namun, perlu diingat bahwa demonstrasi harus dilakukan dengan cara yang damai dan tidak merusak fasilitas umum.

 

Pemerintah Kabupaten Pati diharapkan dapat menanggapi aspirasi masyarakat dan menyelesaikan masalah yang ada dengan cara yang bijak dan demokratis.

 

 

Penulis

Sts

Berita Terkait

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru