Menembus Lemowalia, Motor “Berenang” di Lumpur

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 04:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Morut, Sulteng – suaramasyarakat.com // Delapan dekade setelah Indonesia merdeka, kemerdekaan tampaknya belum benar-benar dirasakan oleh warga di pelosok seperti Desa Karawasa, Lemowalia, dan Salubiro, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Sampai hari ini, akses jalan utama yang menghubungkan ketiga desa itu masih dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Saat hujan turun, jalan berubah menjadi lautan lumpur. Sepeda motor yang menjadi satu-satunya alat transportasi warga pun tak mampu menembus jalur tersebut tanpa bantuan. Tak jarang, motor harus ditarik hingga oleh empat orang sekaligus.

“Beginilah perjuangan kami setiap hari. Jalan ini sudah seperti rawa lumpur. Kalau tidak ramai-ramai bantu, motor bisa tenggelam. Ini bukan jalan, tapi kubangan,” ungkap salah seorang warga.(3/8)

Baca Juga :  Rutan Kelas I Palembang Gelar Tes Urine untuk Pegawai dan WBP dalam Rangka Pemberantasan Narkoba

Buruknya akses jalan bukan sekadar hambatan aktivitas, tapi juga beban ekonomi. Untuk mengangkut satu lembar seng ke desa, warga harus merogoh kocek Rp50.000 hanya untuk ongkos. Biaya distribusi bahan pokok pun melonjak, menggerus daya beli masyarakat.

Tak hanya itu, pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan ikut terdampak. Anak-anak sekolah berjalan kaki melewati lumpur demi mengejar ilmu. Ibu hamil dan lansia harus mempertaruhkan keselamatan jika butuh pertolongan medis mendesak.

“Kami hanya ingin jalan yang layak. Tidak muluk-muluk. Kami ingin merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya,” kata warga lainnya.

Ketika di kota-kota besar masyarakat merayakan kemerdekaan dengan gegap gempita, di Lemowalia dan desa tetangganya, warga masih harus berjuang menembus medan yang tak layak disebut jalan.

Baca Juga :  Pimpinan Media Suara Masyarakat dan Sinergi Mitra Polisi Penuhi Undangan PT HSK

Padahal, jalan adalah urat nadi pembangunan, penghubung ekonomi, dan syarat utama pelayanan dasar bisa menjangkau rakyat.

“Kami tidak minta mewah. Tapi kami ingin anak-anak kami bisa sekolah tanpa harus terpeleset lumpur. Kami ingin berobat tanpa harus ditandu berjam-jam. Kami ingin harga bahan pokok wajar,” ujar tokoh masyarakat setempat.

Menjelang peringatan 80 tahun Indonesia merdeka, harapan warga Karawasa, Lemowalia, dan Salubiro hanya satu: tindakan nyata dari pemerintah. Mereka tidak butuh janji manis, tapi alat berat yang bekerja, material jalan yang diturunkan, dan solusi konkret yang terasa.

“Jangan biarkan kami terus terjebak dalam lumpur. 80 tahun merdeka, sudah saatnya kami ikut merdeka juga,” tegas warga.*

Reporter : Yudha

Berita Terkait

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter
Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Berita Terbaru