Tanjung Lago.-suaramasyarakat.com.//Banyuasin, Sumatera Selatan – Selasa, 29 Juli 2025
Warga Desa Tanjung Lago menyambut antusias penyuluhan usaha mikro kecil menengah (UMKM) khusus kemplang goreng dan panggang yang berlangsung selama empat hari, mulai 29 Juli hingga 1 Agustus 2025. Penyuluhan ini membahas produksi, manajemen keuangan, inovasi kemasan, dan pemasaran digital, mengingat sebagian besar warga setempat bekerja sebagai petani dan buruh kelapa sawit, dan usaha kemplang menjadi peluang menambah penghasilan.
Menurut Dr. Siti Zubaidah, M.Si, dosen sekaligus anggota Program Kemitraan Masyarakat (PKM), kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Pengabdian Kemendikbudristek melalui Program BIMA dengan skema pemberdayaan masyarakat pemula. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas usaha kemplang, terutama dari segi kemasan dan pemasaran digital, agar produk desa Tanjung Lago memiliki daya saing lebih luas,” ujarnya.
Acara yang dipusatkan di kediaman Ketua Kelompok Usaha Kemplang PK Maju Sejahtera, Ibu Linda, dihadiri dosen dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi:
STIA Bala Putra Dewa Palembang – Dr. Siti Zubaidah, M.Si (Branding Identity)
Stisipol Candradimuka – Ibu Sutinah, M.Si dan Dr. Eva Novaria, M.Si (Manajemen Keuangan)
Universitas Indo Global Mandiri – Bpk. Aji Windi Viatra, M.Sn (Digital Marketing)
Turut hadir juga perangkat desa seperti Kadus Evan, Bpk. Ronaldo, dan Bpk. Karnadi.
Warga pun optimis. Ibu Nurbaiti mengaku siap mengajak para ibu rumah tangga untuk mengembangkan usaha kemplang berbasis inovasi kemasan dan pemasaran digital hingga menembus pasar luar kota. Sementara itu, Ibu Hj. Habeso menambahkan, kemplang produksi mereka memiliki keistimewaan karena aman bagi penderita asam urat, asma, kolesterol, dan masalah peredaran darah.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran H. Burlian Topo, penemu oven panggang kemplang tradisional. Ia memaparkan inovasi pemanfaatan tulang ikan sebagai bahan dasar kemplang. “Awalnya saya hanya coba-coba karena mahalnya harga ikan, tapi ternyata kemplang tulang ikan bisa tembus pasar luar negeri seperti Jepang, Malaysia, Australia, dan Singapura,” ungkap pria lulusan SD tersebut.
Ketua kegiatan, Ibu Sutinah, M.Si, berharap ilmu yang diberikan dapat meningkatkan kualitas produk lokal. “Materi dari Pak Topo dan rekan-rekan dosen serta alat hibah seperti oven pemanggang, pemotong kemplang, hingga perlengkapan pemasaran digital bisa dimanfaatkan optimal. Kami juga akan memberikan sertifikat kepada peserta dan narasumber,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 25 orang, termasuk tokoh masyarakat seperti Ustadz Josua (Hasbul), serta perwakilan pemerintah desa. Acara ditutup dengan makan bersama dan doa.

