FORWAPI Kritik Pedas Gubernur Dedi Mulyadi Soal Pernyataan “Media Sosial Lebih Penting Daripada Media Massa”

- Redaksi

Sabtu, 5 Juli 2025 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Kabupaten Tasikmalaya.-suaramasyarakat.com.//Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) Provinsi Jawa Barat angkat bicara menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyebut “media sosial lebih penting daripada media massa”. Menurut FORWAPI, pernyataan tersebut terdengar sederhana, namun menyesakkan dada para jurnalis yang bekerja menjaga fungsi pers sebagai pilar demokrasi.

Ketua Umum FORWAPI, Halim Saepudin, mempertanyakan logika di balik ucapan Gubernur Dedi. Apakah sekarang kebenaran cukup diukur dari view dan like? Apakah demokrasi cukup dikendalikan dengan story 15 detik tanpa verifikasi?” sindir Halim. Sabtu (05/07/2025).

Ia juga mengingatkan Gubernur tentang fungsi dan hak pers yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 3 ayat (1) UU Pers menegaskan pers nasional berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Sementara Pasal 4 ayat (3) menyebutkan pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.

Baca Juga :  Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Batam Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine.

“Apakah Gubernur ingin mengganti pasal-pasal itu dengan tombol ‘share’ dan ‘comment’? Apakah kami para wartawan harus ikut antre menyalin ulang narasi dari akun TikTok nya agar dianggap mendukung pembangunan Jawa Barat?” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekjen FORWAPI Ade Global yang menegaskan, media sosial hanyalah etalase, bukan ruang kontrol. Viralitas di media sosial bukan ukuran transparansi, apalagi tanggung jawab publik.

“Kami wartawan bukan buzzer, bukan admin konten, bukan humas kekuasaan. Tugas kami bukan menambah like di medsos, tapi memastikan kebijakan yang adil untuk semua rakyat, sesuai dengan tupoksi kami selaku kontrol sosial yang dilindungi undang-undang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pers adalah mitra sekaligus kontrol bagi pemerintah, bukan pesaing akun media sosial pejabat publik. Kritik dari media adalah bagian dari demokrasi, bukan untuk menjatuhkan, melainkan memastikan rakyat mendapat keadilan informasi.

Baca Juga :  Mentri Perikanan Dan Kelautan Beri Bantuan Bibit Ikan Kepada Masyarakat Indramayu

Dengan demikian, FORWAPI pun mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi resmi atas pernyataannya. “Kami minta klarifikasi, bukan hanya untuk pers, tetapi untuk publik Jawa Barat. Hormati kami, hormati publik. Demokrasi itu kritik, bukan konten. Transparansi itu klarifikasi, bukan gimmick,” tutupnya.

Sementara itu wasekjen DPP Forwapi H Asmal didampingi Ketua DPC Forwapi kota Banjar Asep nurohman alias chepi menyayangkan statmen gubernur tersebut.

Pers sebagai pilar ke 4 dalam pembangunan seharusnya dijadikan mitra sinergis dengan pemerintahan untuk pembangunan khususnya di wilayah Jawa Barat.

Seyogyanya Gubernur sebagai leader bisa menjadi jembatan untuk bupati dan walikota sejawa barat, bangun sinergitas untu kesejahtraan dan pembangunan dengan Pers. Tegas .

 

( ETY )

Berita Terkait

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter
Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Berita Terbaru