Desa Geudubang Jawa Terpilih sebagai Desa Antikorupsi di Aceh, Harumkan Kota Langsa

- Redaksi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Langsa, Aceh – suaramasyarakat.com // Desa (Gampong) Geudubang Jawa, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan dalam program Desa Antikorupsi di Aceh.

Pencapaian ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan gampong yang bersih, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra, S.E., melalui Sekretaris Daerah Kota Langsa, Dra. Suhartini, M.Pd., menerima penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau akrab disapa Dek Fadh, bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Ibnu Basuki Widodo, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (21/10/2026).

Dari 18 desa yang mengikuti penilaian dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 15 desa terpilih menerima penghargaan berdasarkan hasil penilaian.

Penganugerahan ini diharapkan dapat mendorong semakin luasnya penerapan prinsip-prinsip antikorupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, sekaligus memperkuat komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Suhartini menyampaikan apresiasi atas capaian Gampong Geudubang Jawa yang telah membawa nama Kota Langsa dalam program Desa Antikorupsi di Aceh. Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh gampong untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Jelang PAM Nataru, Polres Gorontalo Gelar Lat Pra Ops “Lilin Otahana” 2024

“Penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Gampong Geudubang Jawa, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh gampong di Kota Langsa untuk terus membangun budaya antikorupsi.

Pemerintahan gampong harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab agar kepercayaan masyarakat semakin kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya pencegahan korupsi membutuhkan komitmen bersama, mulai dari pengelolaan anggaran gampong hingga penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan tata kelola yang baik, pembangunan diharapkan berjalan lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi kepada KPK RI atas inisiatif dan komitmennya dalam mendorong terwujudnya pemerintahan desa yang berintegritas.

Menurutnya, desa memiliki peran strategis dalam pembangunan sehingga setiap kebijakan dan anggaran yang dikelola harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemerintahan desa harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan, pencegahan korupsi harus menjadi komitmen bersama yang diwujudkan melalui keterbukaan informasi anggaran, pelibatan masyarakat dalam musyawarah desa, penguatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik.

Baca Juga :  Penyaluran Pupuk Subsidi di Kota Palu dan Donggala Berjalan Lancar

Kepada 15 desa penerima penghargaan, Fadhlullah menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas komitmen serta kerja keras perangkat desa bersama masyarakat dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan amanah.

Ia berharap penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi pengakuan atas capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi motivasi untuk menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Desa-desa penerima penghargaan juga diharapkan menjadi teladan bagi desa lainnya di Aceh, dengan dukungan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan berkelanjutan dari pemerintah kabupaten/kota serta perangkat daerah terkait.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Inspektur Kota Langsa, Rika Mariska, S.STP., M.H.; Yusrizal; Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informasi Digital dan Perpustakaan Kota Langsa, Andria, S.STP.; Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Gampong, Darma Putra, S.PM., S.P.; Camat Langsa Baro, Marendra Ramadata, S.STP., M.AP.; serta Geuchik Gampong Geudubang Jawa, Ezaputra Prananda.

Pemerintah Kota Langsa berharap capaian Gampong Geudubang Jawa dapat menjadi inspirasi bagi seluruh gampong untuk memperkuat budaya antikorupsi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.*

Nurma

Berita Terkait

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter
Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Berita Terbaru