Geger! Siswa SMPN 4 Pekalongan Alami Pendarahan Telinga, Kepala Sekolah Benarkan Guru Jewer Saat Pelajaran

- Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekalongan, Jateng – suaramasyarakat.com // Insiden kekerasan fisik yang diduga dilakukan seorang oknum guru terhadap siswanya di SMP Negeri 4 Pekalongan menjadi sorotan publik.

Seorang siswa dilaporkan mengalami pendarahan pada bagian telinga setelah dijewer saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Sabtu (17/10/2026).

Pihak sekolah membenarkan adanya tindakan tersebut dan kini tengah menunggu hasil pemeriksaan medis serta mengkaji sanksi bagi guru yang bersangkutan.

Kepala SMP Negeri 4 Pekalongan, Masykur, secara terbuka mengakui bahwa salah seorang guru di sekolahnya melakukan tindakan menjewer telinga siswa.

Pengakuan ini disampaikan setelah kabar mengenai kondisi korban menyebar dan memicu perhatian masyarakat.

Namun, Masykur menegaskan bahwa berdasarkan hasil konfirmasi kepada guru, siswa, dan keluarga korban, tindakan yang terjadi adalah penjeweran.

Sementara itu, informasi mengenai dugaan pemukulan pada bagian lengan disebut tidak sesuai dengan keterangan yang diperoleh pihak sekolah.

“Berita benarnya tentang kejadian ada guru yang melakukan tindakan menjewer anak itu benar,” ujar Masykur.

Berawal dari Siswa yang Belum Menyiapkan Buku Catatan

Berdasarkan penjelasan pihak sekolah, insiden tersebut bermula saat proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas.

Ketika itu, guru meminta para siswa menyiapkan buku catatan dan menyalin materi yang tertulis di papan tulis. Namun, saat dilakukan pemeriksaan, seorang siswa diketahui belum menyiapkan buku yang diminta.

Siswa tersebut kemudian mengambil buku setelah mendapat teguran dari guru. Situasi itu diduga memicu emosi sesaat hingga guru melakukan tindakan menjewer telinga siswa.

Masykur menyebut guru yang bersangkutan mengakui kekhilafannya dan mengaku terbawa emosi saat kejadian berlangsung.

Baca Juga :  Dandim 0614/Kota Cirebon Dampingi Pj. Walikota Cirebon Laksanakan Pengecekan Kesiapan Dapur Umum/SPPG Untuk Program Makan Bergizi Gratis

Meski demikian, insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengendalian emosi tenaga pendidik dalam menghadapi siswa.

Teguran dan pembinaan dalam proses pendidikan semestinya dilakukan dengan cara yang tidak membahayakan keselamatan fisik maupun psikologis peserta didik.

Siswa Mengalami Pendarahan, Sekolah Tunggu Hasil Pemeriksaan Dokter THT

Perhatian utama kini tertuju pada kondisi kesehatan korban, terutama setelah muncul laporan bahwa telinganya mengalami pendarahan usai kejadian.

Pihak sekolah mengaku telah bergerak dengan membesuk korban ke rumah sakit. Dari pemantauan awal, pendarahan pada telinga siswa tersebut dilaporkan telah berhenti.

Kendati demikian, berhentinya pendarahan belum dapat dijadikan patokan bahwa kondisi telinga korban sepenuhnya pulih.

Pihak sekolah bersama keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih mendalam dari dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT).

Hasil pemeriksaan medis tersebut menjadi penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya, termasuk apakah terdapat cedera pada bagian telinga yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Hingga hasil diagnosis diterima, tingkat keparahan cedera yang dialami siswa belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia.

Guru Disebut Siap Menanggung Biaya Pengobatan Korban

Selain memantau kondisi kesehatan siswa, pihak sekolah menyatakan bahwa guru yang bersangkutan telah berkoordinasi dengan keluarga korban secara kekeluargaan.

Masykur memastikan biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya oleh guru yang melakukan tindakan tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari penanganan awal setelah insiden terjadi. Namun, penyelesaian secara kekeluargaan dan tanggung jawab atas biaya medis tidak serta-merta menghapus kebutuhan untuk mengevaluasi tindakan guru maupun menentukan konsekuensi sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Dapil 5 Rayakan Kemenangan Lucky Hakim-H. Syaefudin"

Pihak sekolah menyatakan penanganan kasus masih berjalan dan belum menetapkan bentuk sanksi akhir terhadap guru tersebut.

Guru Dipanggil, Sekolah Menghadap Dinas Pendidikan

Sebagai tindak lanjut, pihak SMP Negeri 4 Pekalongan telah memanggil guru yang bersangkutan untuk menjalani pembinaan awal.

Proses tersebut berlanjut pada Minggu (18/10/2026) sore. Masykur bersama guru terkait menghadap langsung ke Dinas Pendidikan Kota Pekalongan untuk menjalani pembinaan lanjutan.

Langkah ini dilakukan guna menindaklanjuti insiden sekaligus mendalami persoalan sebelum keputusan lebih lanjut diambil.

Pihak sekolah bersama instansi terkait masih mengkaji bentuk sanksi yang akan diberikan. Keputusan tersebut disebut akan mempertimbangkan hasil klarifikasi secara menyeluruh agar penanganan kasus berjalan adil dan sesuai fakta di lapangan.

Publik Menanti Ketegasan Penanganan Kasus

Kasus ini menjadi pengingat bahwa lingkungan sekolah harus menjamin keamanan siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Guru memiliki tanggung jawab mendidik, membimbing, dan menegakkan disiplin, tetapi tindakan yang berpotensi menimbulkan cedera fisik tetap perlu dievaluasi secara serius.

Kini, perhatian tertuju pada dua hal penting: hasil pemeriksaan dokter THT untuk memastikan kondisi telinga korban dan keputusan Dinas Pendidikan terkait tindak lanjut terhadap guru yang bersangkutan.

Pihak sekolah telah membenarkan adanya tindakan penjeweran, tetapi proses penanganan belum berakhir.

Publik pun menanti agar kasus ini dituntaskan secara transparan, dengan mengutamakan pemulihan kondisi siswa serta memastikan langkah pembinaan atau sanksi ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan aturan yang berlaku.*
DR

Berita Terkait

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter
Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Berita Terbaru