BNN Perkuat Sinergi Lintas Sektor, 1.239 Kawasan di Sulawesi Tenggara Masuk Peta Rawan Narkoba

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sulgara – suaramasyarakat.com // Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat sinergi lintas sektor untuk menangani kawasan rawan narkoba di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan data BNN tahun 2025, sebanyak 1.239 kawasan di provinsi tersebut masuk dalam peta kawasan rawan narkoba, terdiri atas 90 kawasan kategori bahaya dan 1.149 kawasan kategori waspada.

Besarnya jumlah kawasan yang masuk dalam kategori rawan tersebut menunjukkan pentingnya penanganan yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Upaya pemberantasan narkoba dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga perlu didukung pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Sinergi Program Stakeholder Kawasan Rawan Narkoba yang diselenggarakan Direktorat Pemberdayaan Alternatif, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, secara virtual pada Kamis (15/10/2026).

Rapat kerja ini menjadi forum koordinasi untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan program antarlembaga, serta mengidentifikasi bentuk intervensi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat di kawasan rawan narkoba di Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutan pembukaan, Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan kawasan rawan narkoba.

Baca Juga :  Pelayanan BRI Unit Konawe Disorot, Nasabah Pertanyakan Struk Transaksi

Sinergi antarlembaga diperlukan agar setiap program tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dan memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.

Secara nasional, data BNN tahun 2025 mencatat terdapat 9.330 kawasan rawan narkoba di Indonesia, yang terbagi dalam kategori bahaya dan waspada. Dari jumlah tersebut, Sulawesi Tenggara memiliki 1.239 kawasan rawan narkoba, atau sekitar 13,3 persen dari total nasional.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan akan langkah pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih terkoordinasi di Sulawesi Tenggara.

Penanganan juga perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi setempat agar program yang dijalankan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjawab kerentanan masyarakat di lapangan.

Melalui program pemberdayaan alternatif, BNN mendorong penguatan ketahanan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta membuka peluang usaha produktif.

Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik sekaligus mengurangi faktor kerentanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Baca Juga :  Personel Lantunkan Asmaul Husna Saat Apel Jam Pimpinan, Kapolresta Cirebon Berikan Pesan Ini

Dalam rapat kerja tersebut, para pemangku kepentingan didorong untuk mengidentifikasi program yang dapat diselaraskan dan diintegrasikan sesuai kebutuhan masyarakat di kawasan rawan narkoba.

Penyelarasan ini penting untuk mengoptimalkan sumber daya, menghindari tumpang tindih kegiatan, serta memastikan dukungan setiap sektor mengarah pada tujuan yang sama.

Keberhasilan program pemberdayaan alternatif tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan, koordinasi antarlembaga, dan keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, komitmen bersama perlu diwujudkan melalui program yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan di setiap kawasan sasaran.

BNN berharap, penguatan sinergi sejak tahap perencanaan dapat mendorong pelaksanaan program pemberdayaan alternatif di Sulawesi Tenggara secara efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BNN untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan bersih dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.*

Yuda
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Berita Terkait

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter
Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Berita Terbaru