Touna, Sulteng – suaramasyarakat.com // Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana terus mengembangkan program pembinaan bagi warga binaan, terutama di bidang ketahanan pangan, keterampilan, dan keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Lapas Kelas IIB Ampana, Wayan, saat dikonfirmasi media ini pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ia menyampaikan bahwa program pembinaan diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana.
“Sudah mulai produksi, seperti kangkung dan lain sebagainya untuk asimilasi,” ujar Wayan kepada media ini.
Ia menjelaskan, kasus narkoba menjadi salah satu jenis perkara yang dominan di Lapas Kelas IIB Ampana. Karena itu, pembinaan keagamaan juga terus dijalankan sebagai bagian dari upaya membentuk perilaku dan meningkatkan kesadaran warga binaan.
Menurutnya, pelaksanaan pembinaan tersebut menunjukkan hasil yang positif. Namun, keberhasilannya juga bergantung pada kepercayaan serta kemauan warga binaan untuk mengikuti setiap kegiatan yang diberikan.
“Dan hasilnya sangat positif, tergantung dari kepercayaan mereka,” ucapnya.
Selain pembinaan keterampilan dan keagamaan, Wayan mengatakan bahwa warga binaan berbaur dalam lingkungan pemasyarakatan tanpa pemisahan ruangan berdasarkan keterangan yang disampaikannya. Seluruh warga binaan mendapatkan perlakuan yang sama dalam lingkungan tersebut.
Ia berharap, melalui program pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan dapat meningkatkan pemahaman agama, mengembangkan keterampilan, serta memiliki bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dengan demikian, pembinaan di Lapas Kelas IIB Ampana diharapkan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga mendukung proses perubahan perilaku dan kesiapan warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.*
Yuda






