Direktur FPRM: Rentetan Konflik antara Perusahaan dengan Warga di Aceh Tamiang Tanpa Penyelesaian Akhir

- Redaksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang – suaramasyarakat.com // Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM), Nasruddin, S.E., menilai sangat banyak persoalan konflik dan sengketa antara pihak perusahaan perkebunan dengan masyarakat tanpa ada penyelesaian tuntas dan terkesan korbankan hak rakyat.

Hal tersebut disampaikan atas analisa dan pantauan langsung Nasruddin, juga dikenal sebagai salah seorang pegiat pemerhati publik dan kebijakan hukum pemerintahan di Aceh, Jum’at, 02 Oktober 2026.

Menurut Direktur FPRM, pemerintah daerah Aceh Tamiang diminta agar lebih tegas dan konsisten dalam memberikan respon kebijakan bagi perusahaan-perusahaan terkesan nakal dan bersikap apa kolonialis di daerah dikenal berjuluk Bumi Muda Sedia.

Baca Juga :  Polresta Cirebon Gelar Muhasabah Personel Untuk Meningkatkan Keimanan, Ketaqwaan, dan Kinerja Menuju Indonesia Emas

“Bapak Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tamiang agar lebih tegas dan jeli terhadap kinerja perangkat daerah dibawahnya terhadap langkah penyelesaian konflik atau sengketa antara pihak perusahaan dengan masyarakat, termasuk untuk kepentingan daerah dan rakyat,” kata Nasruddin, S.E.

Selama ini, Nasruddin berpendapat upaya Bupati Armia Fahmi dan Wabup Ismail sangat luar biasa dan sangat memeras fikiran terhadap kepentingan masyarakat, namun harus lebih membangun sinergi dengan para pihak terkait agar memiliki daya gedor dan fondasi lebih kuat.

Baca Juga :  Desa Geudubang Jawa Terpilih sebagai Desa Antikorupsi di Aceh, Harumkan Kota Langsa

“Saya sarankan juga kepada pihak wakil rakyat agar melakukan evaluasi kinerja komisi terkait dalam hal kemampuan dan ketelitian terhadap langkah serta upaya penyelesaian setiap sengketa atau konflik dimaksud,” jelas Direktur FPRM melalui rilisnya kepada media.

Kepada pemerintah pusat dan pihak aparat penegak hukum (APH) Direktur FPRM berharap agar lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada membela para oknum perusahaan berperilaku kapitalis yang terindikasi seperti penjajah bagi rakyat.*

Reporter : SiGe

Berita Terkait

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter
Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa
Pelayanan SKCK Polres Tolitoli Disorot, Sikap Kasat Intelkam terhadap Media Dikeluhkan
Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi
Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan
Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Satgas PRR Kemendagri Laksanakan Monitoring Penanganan Pascabencana di Kota Langsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Transaksi Nasabah BRI Diduga Bermasalah, Pihak Cabang Tolitoli Diminta Berikan Penjelasan Resmi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Wakapolres Tolitoli: Pencegahan Karhutla Jadi Perhatian, Penambahan Mobil Patroli Diusulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Berita Terbaru