Morowali, Sulteng — suaramasyarakat.com // Dua wilayah yang dikenal rawan kepadatan kendaraan, yakni Labota dan Bahodopi, Kabupaten Morowali, hingga saat ini belum terlihat adanya pengaturan lalu lintas secara khusus. Kondisi tersebut terpantau saat media ini melakukan pemantauan di kedua wilayah tersebut, Rabu, 30 September 2026.
Kepadatan kendaraan di dua lokasi tersebut cukup terlihat, mengingat Labota dan Bahodopi merupakan kawasan yang berkembang sebagai pusat aktivitas industri dan perdagangan.
Saat mendatangi Unit Turjagwali Satlantas Polres Morowali, media ini memperoleh informasi bahwa pihak kepolisian tengah merencanakan penempatan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) lalu lintas di wilayah tersebut.
Namun, untuk waktu pelaksanaan penempatan personel BKO tersebut belum ditentukan.
“Untuk itu sementara diprogramkan adanya BKO Lantas di sana. Kapan waktunya belum ditentukan,” ucapnya kepada media ini.
Di tempat terpisah, hasil pantauan media ini menunjukkan bahwa arus kendaraan di Labota dan Bahodopi memang cukup padat. Aktivitas kendaraan didominasi oleh mobilitas masyarakat serta kendaraan yang berkaitan dengan kegiatan industri dan perdagangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kepadatan kendaraan dapat berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada jam-jam aktivitas masyarakat dan industri.
Masyarakat berharap persoalan kepadatan kendaraan di Labota dan Bahodopi segera mendapat penanganan, termasuk melalui pengaturan lalu lintas oleh pihak terkait.
“Harapannya agar masalah kemacetan di Bahodopi dan Labota cepat teratasi,” pungkasnya.*
Yuda






