Konawe Utara, Sulgara — suaramasyarakat com // Antrean kendaraan terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, berdasarkan hasil pantauan media ini, Sabtu, 26 September 2026.
Antrean tersebut terjadi saat sejumlah kendaraan menunggu pengisian bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar.
Media ini kemudian melakukan konfirmasi kepada salah seorang operator SPBU yang mewakili Pengawas SPBU Pertamina Lasolo, Candra, yang saat itu sedang berada di luar lokasi.
Operator tersebut membenarkan bahwa antrean kendaraan kerap terjadi karena pasokan BBM dari Depot Pertamina Kendari belum mencukupi kebutuhan.
“Antrean solar itu karena pasokan yang kami terima hanya 8 KL, dan jumlah tersebut masih kurang karena kebutuhan masyarakat terhadap BBM cukup tinggi,” ujarnya kepada media ini.
Sementara itu, untuk Pertalite subsidi, ia menyebut pasokan yang diterima dari Depot Pertamina Kendari masih mencukupi. Menurutnya, SPBU Lasolo mendapatkan pasokan sebanyak 16 KL.
“Untuk Pertalite subsidi tidak mengalami kekurangan karena stok yang diberikan Depot Pertamina sudah cukup, sekitar 16 KL,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa SPBU Lasolo tidak melayani pengisian menggunakan jeriken dan saat ini lebih memprioritaskan pengisian untuk kendaraan.
“Kami tidak melayani jeriken, lebih fokus pada kendaraan,” katanya.
Lebih lanjut, operator tersebut menjelaskan adanya penyesuaian jumlah pengisian solar untuk kendaraan tertentu. Untuk kendaraan roda enam, yang sebelumnya dapat mengisi hingga 80 liter, kini dibatasi menjadi 70 liter. Sementara kendaraan roda empat tetap mendapatkan jatah maksimal 40 liter.
“Kapasitas minyak kami kurangi untuk kendaraan roda enam. Biasanya 80 liter, sekarang menjadi 70 liter. Untuk kendaraan roda empat tetap 40 liter,” ungkapnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejauh ini tidak menimbulkan protes dari para pengendara.
“Tidak ada permasalahan atau protes dengan adanya pengurangan minyak,” tambahnya.
Terkait keterlambatan pasokan, ia menyarankan agar persoalan tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak Depot Pertamina Kendari.
“Lebih jelasnya nanti berhubungan langsung dengan Depot Pertamina Kendari tentang lambatnya pasokan yang ada. Sehingga antrean di Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, terjadi dan masyarakat juga merasakan kondisi BBM yang kurang,” pungkasnya.*
Yuda






