Menata Hati Sebelum Kembali, Puluhan Warga Binaan Lapas Cipinang Kembali Perkuat Kesiapan Reintegrasi.

- Redaksi

Jumat, 25 September 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – suaramasyarakat.com // Puluhan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang melanjutkan proses pembinaan kepribadian sebagai bekal menuju reintegrasi sosial.

Setelah pada pertemuan sebelumnya diajak mengenali dan membuka hati, sebanyak 30 Warga Binaan kembali mengikuti pendampingan bersama Kelompok Sosialisasi Hati (KSH), komunitas layanan sosial dari Natural Way of Living, Rabu (24/9), dengan penguatan pada kemampuan mengelola perasaan dan membangun hati yang lebih tenang dan bahagia.

Bagi RO, salah seorang Warga Binaan peserta reintegrasi, proses tersebut membuat persiapan untuk kembali kepada keluarga tidak lagi hanya dipandang dari sisi waktu dan administrasi.

“Selama ini yang banyak saya pikirkan adalah kapan bisa kembali ke keluarga. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa sebelum pulang, hati dan diri juga harus disiapkan. Saya ingin kembali dengan pikiran yang lebih tenang dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ratusan Wartawan Di Indramayu Gelar Aksi Unjuk Rasa Dan Boikot Pemberitaan Lucky Hakim

Pembelajaran di Aula Bina Insan dipandu fasilitator KSH Uni Mahleni melalui paparan, video, latihan, dan interaksi kelompok.

Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi diajak mempraktikkan cara mengenali perasaan, membangun ketenangan, serta menghadirkan pengalaman positif dalam diri.

Pembina Kepribadian Lapas Kelas I Cipinang, Septiyawan, menyampaikan pesan Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, bahwa kesiapan reintegrasi perlu dibangun secara bertahap sejak Warga Binaan masih menjalani pembinaan.

“Pesan Bapak Kalapas, reintegrasi bukan hanya tentang kapan Warga Binaan kembali ke masyarakat, tetapi bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk kembali,” sebut Septiyawan.

“Mereka akan bertemu lagi dengan keluarga, lingkungan, tanggung jawab, dan berbagai dinamika kehidupan. Karena itu, kesiapan diri perlu dibangun sejak sekarang,” ujar Septiyawan.

Ketua KSH Indonesia, Luki Setiawan Suardi, yang kali ini hadir bersama delapan relawan KSH sehingga total sembilan fasilitator, mengatakan pendampingan sengaja dibangun sebagai proses yang saling berkelanjutan antarsesi.

Baca Juga :  Wali Kota Langsa Ajak Peran Ayah Dampingi Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

“Pekan lalu kami mulai dengan mengajak teman-teman mengenali dan membuka hati. Pertemuan kali ini kami lanjutkan dengan belajar bagaimana mengelola perasaan agar hati tetap tenang dan bahagia,” jelas ketua KSH Indonesia.

“Proses ini tidak selesai dalam satu pertemuan. Kami ingin mendampingi mereka secara bertahap agar apa yang dipelajari benar-benar dirasakan dan bisa dibawa ketika kembali kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Luki.

Kegiatan yang turut melibatkan delapan tutor dan anggota PKBM Warga Mandiri tersebut menegaskan arah Kelas Reintegrasi Lapas Cipinang sebagai proses pembinaan yang berkelanjutan, bukan kegiatan satu kali.

Dari mengenali diri, membuka dan mengelola hati, hingga membangun kesiapan menghadapi kehidupan nyata, Warga Binaan dipersiapkan agar kepulangan tidak sekadar berarti keluar dari Lapas, tetapi siap kembali menjalankan peran di tengah keluarga dan mmasyarakat.*

(Dewi)

Berita Terkait

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Berita Terbaru